Untuk lulusan tahun ini sekitar 15 persen sudah terserap DUDI

Surabaya (ANTARA) - SMK Dr Soetomo Surabaya mewisuda 319 siswa pada tahun ajaran 2025/2026 di Surabaya, Jawa Timur, dengan sekitar 15 persen lulusan telah terserap di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebelum pengumuman kelulusan.

“Sebagian siswa sudah ada yang masuk industri. Untuk lulusan tahun ini sekitar 15 persen sudah terserap DUDI,” ujar Wakil Kepala Kesiswaan SMK Dr Soetomo Surabaya, Supardi, Selasa.

Lulusan yang diwisuda berasal dari berbagai kompetensi keahlian, yakni Perhotelan, Akuntansi, Pemasaran atau Bisnis Retail, Produksi Film, dan Multimedia. Selain memasuki dunia kerja, sebagian lulusan juga melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Tercatat sebanyak 12 siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Supardi berharap para lulusan tetap menjaga nama baik sekolah, baik saat melanjutkan pendidikan maupun ketika bekerja di industri.

“Harapannya anak-anak tetap komitmen membawa nama besar Smekdor. Ketika mereka diterima di DUDI, secara otomatis juga membawa nama sekolah,” katanya.

Ia mengatakan masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan relatif singkat, yakni rata-rata paling lama tiga bulan setelah lulus.

Pada tahun ajaran baru 2026/2027, SMK Dr Soetomo Surabaya menyiapkan 14 kelas dengan jumlah siswa sekitar 30 hingga 34 orang per kelas. Penerimaan peserta didik baru disesuaikan dengan minat dan jumlah pendaftar.

Jurusan yang paling banyak diminati calon siswa adalah Bisnis Retail atau Pemasaran dan Perhotelan. Masing-masing jurusan dibuka sebanyak tiga kelas.

Menurut Supardi, lulusan Bisnis Retail memiliki peluang kerja yang besar karena banyak terserap di pusat perbelanjaan maupun toko modern. Sementara lulusan Perhotelan banyak memperoleh tawaran kerja saat menjalani program magang.

“Anak-anak magang langsung ditawari bekerja dari hotel. Karena kepercayaan masyarakat Surabaya juga cukup tinggi terhadap kompetensi siswa kami,” ungkapnya.

Ia menjelaskan siswa kompeten dari jurusan Perhotelan juga ditempatkan magang di hotel berbintang tiga hingga empat.

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya, sekolah membuka program khusus biaya pendidikan mulai 31 Mei hingga 12 Juni 2026.

Melalui program tersebut, calon siswa cukup membayar Rp1,5 juta yang mencakup tiga stel seragam, sepatu, dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bulan Juni.

“Biasanya biaya masuk sekitar Rp2 juta sampai Rp3,5 juta. Program ini sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, pada tahun lalu sekolah tersebut terlibat dalam program Pemuda Tangguh yang didukung Pemerintah Kota Surabaya. Sebanyak 350 siswa dari kelas 1 hingga kelas 3 memperoleh fasilitas sekolah gratis melalui pembiayaan pemerintah kota.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026