Pembinaan berbasis literasi dapat menjadi sarana rehabilitasi mental dan perubahan karakter warga binaan
Surabaya (ANTARA) - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menggalakkan literasi bagi warga binaan pemasyarakatan setelah meresmikan perpustakaan, Kamis.
Kepala Rutan Kelas 1 Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo optimistis keberadaan perpustakaan dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif untuk membangun pola pikir positif serta meningkatkan kualitas diri warga binaan.
"Di antaranya kami telah menyiapkan program Literasi Pemasyarakatan, Gerakan Membaca Warga Binaan yang wajib diikuti oleh seluruh penghuni rutan," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Kamis.
Rencananya perpustakaan ini juga akan menjadi salah satu tempat untuk menjalani hukuman bagi warga binaan nakal yang melanggar aturan tata tertib rutan.
"Kita akan memberikan tambahan hukuman, sanksi, bagi warga binaan yang melanggar aturan Rutan, yaitu membaca salah satu buku di perpustakaan," ujar Tristiantoro.
Nantinya warga binaan yang menjalani hukuman di perpustakaan ini diwajibkan membuat rangkuman atau esai yang akan ditanyakan oleh petugas Rutan.
Tristiantono berharap, setelah melanggar tata tertib, dengan menjalani sanksi tersebut bisa memberi manfaat bagi warga binaan yang telah menjalaninya, yaitu memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan yang baik lagi.
"Kami meyakini pembinaan berbasis literasi dapat menjadi sarana rehabilitasi mental dan perubahan karakter warga binaan. Dengan begitu warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik," ucapnya.
Pewarta: Hanif NashrullahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026