Surabaya (ANTARA) - PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (Tjiwi Kimia) meraih penghargaan 5 Star dalam ajang Top CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta.
Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk Beny Haryawan dalam keterangannya di Surabaya, Kamis mengatakan penghargaan ini diperoleh secara berturut-turut sejak tahun 2022 sebagai bukti Tjiwi Kimia berhasil menjaga keberlanjutan bisnis dan penguatan kontribusi sosial, ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
"Mengusung tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development,” TOP CSR Awards menilai keselarasan program CSR dengan strategi bisnis, adopsi ISO 26000, tata kelola CSR, penerapan Creating Shared Value (CSV), serta inovasi program yang memberi manfaat bagi pemangku kepentingan," katanya.
Menurutnya, predikat Star 5 menunjukkan sistem, kebijakan, dan pelaksanaan CSR perusahaan berada pada level ekselen, sementara Star 4 menunjukkan implementasi CSR berada pada level sangat baik dan telah mendukung strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Berbagai inisiatif dilakukan Tjiwi Kimia melalui pendekatan CSR yang dimulai dari pemetaan sosial, konsultasi dengan pemangku kepentingan, serta pengembangan program yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, salah satu program unggulan Tjiwi Kimia adalah membangun Kemitraan dengan UMKM dalam Penguatan Rantai Pasok Industri.
Sebagai produsen kertas, kata dia, Tjiwi Kimia dan APP Indonesia memanfaatkan kertas dan karton bekas atau old corrugated container (OCC) sebagai salah satu bahan baku produksi. Melalui program bank sampah, masyarakat diajak untuk memilah dan mengumpulkan karton bekas yang kemudian dihimpun melalui komunitas bank sampah dan pelapak lokal.
"Program ini merupakan salah satu langkah untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, para ibu-ibu rumah tangga juga kelompok yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap karena kebutuhan kertas OCC cukup besar di Indonesia," tuturnya.
Dengan adanya program bank sampah dan penguatan pelapak diharapkan pasokan OCC dalam negeri meningkat sehingga bisa menekan angka impor. Salah satu keuntungan penggunaan OCC local adalah menekan risiko harga global yang fluktuasi yang mempengaruhi secara langsung biaya produksi.
"Pada tahun 2025, volume OCC yang berhasil dimanfaatkan mencapai 56.503 ton," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026