Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menegaskan komitmennya untuk menyerap tebu petani Kabupaten Blora (Jateng) sekitar 150-200 rit per hari guna menyelamatkan hasil panen di tengah belum beroperasinya Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM).
“Perusahaan hadir untuk memastikan hasil panen petani tetap terserap dan musim giling berjalan optimal di tengah tantangan operasional yang ada,” kata Direktur Operasional PT SGN Kuntoro Boga Andri di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.
Perwakilan Regional Head 1 Jawa Tengah PT SGN Edy Purnomo menuturkan pihaknya berkomitmen menyerap tebu petani Blora melalui beberapa PG SGN terdekat di Madiun dan Jawa Tengah secara bertahap sesuai jadwal gilingnya dan berkoordinasi dengan PG GMM maupun Bulog.
Edy menjelaskan situasi yang dihadapi petani tebu Blora saat ini cukup kompleks yaitu belum beroperasinya PG GMM membuat petani harus mencari alternatif pabrik gula lain untuk menggiling tebunya.
Di sisi lain, persoalan jarak angkut dan nilai bagi hasil menjadi tantangan tersendiri lantaran posisi PG Rendeng terpaut sekitar 70 kilometer dari PG GMM yang selama ini menjadi salah satu acuan petani.
“Tambahan jarak tersebut berdampak pada meningkatnya biaya angkut tebu petani,” ujar Edy.
Oleh sebab itu, pihak petani berharap ada penyesuaian jaminan rendemen agar tetap kompetitif dan menguntungkan termasuk adanya skema nilai sesuai ketetapan pemerintah sehingga petani tidak mengalami kerugian akibat biaya distribusi tambahan.
Secara nasional, industri gula memang tengah menghadapi tantangan serius mulai dari penurunan produktivitas lahan, biaya produksi yang meningkat, hingga kebutuhan modernisasi pabrik gula.
Pemerintah sendiri terus mendorong percepatan swasembada gula konsumsi melalui revitalisasi pabrik gula dan penguatan kemitraan dengan petani tebu.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu sentra produksi tebu penting di Indonesia dengan Kabupaten Blora termasuk daerah yang memiliki potensi pengembangan tebu rakyat cukup besar.
Keberlangsungan musim giling tahun ini pun menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi gula nasional.
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi langkah PT SGN yang menyerap tebu petani Blora ke pabrik gula milik SGN.
Arief turut menginstruksikan dinas setempat untuk segera memetakan tebu petani per kecamatan dan kelurahan untuk diakomodir PT SGN.
“Kami mendorong proses penyerapan berjalan cepat sehingga tidak terjadi penumpukan tebu di lahan petani karena keterlambatan tebang dan giling dapat menyebabkan penurunan kadar gula serta kerugian ekonomi bagi petani,” katanya.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.