Gresik (AntaraJatim) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengingatkan pers di Indonesia harus mampu menjaga tingkat kepercayaan masyarakat selama ini dan bisa berbuat sesuatu terkait penggalangan aspirasi untuk kepentingan masyarakat. "Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pers sekarang hingga 75 persen lebih. Hal ini sangat membanggakan dan pers harus menjaga citranya," ujar Ketua PWI Pusat Margiono di sela Peringatan HUT ke-67 PWI dan Hari Pers Nasional 2013 di Gresik, Jumat (22/3) malam. Ia mengatakan, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pers sangat tinggi dibandingkan kepercayaan terhadap partai politik yang berkisar 15 persen. Sehingga pihaknya berharap pers meningkatkan profesionalisme dan keterampilannya. "Satu lagi, kepatuhan terjadap kode etik harus dijaga. Jangan sampai ada yang berbuat atau bekerja di luar aturan berlaku," katanya. Margiono juga mengatakan, jika berbagai kegiatan tidak lagi dibiayai oleh anggaran yang bersumber dari anggaran negara baik itu dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Kerjasama antara pers dan pihak swasta atau BUMN akan terus dilakukan dan hal ini akan terus bergandengan. Apalagi hampir semua saat ini dibiayai oleh swasta dan BUMN, sehingga sudah tidak lagi dibiayai oleh negara," katanya. Sementara itu, peringatan puncak HPN di Jatim dihadiri Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Gubernur Jatim Soekarwo, Ketua asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia Isran Noor, Dirut PT Semen Indonesia (persero) Tbk, Dwi Soetjipto, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan beberapa pejabat lainnya. Dalam sambutannya, Mahfud MD menyakini sampai saat ini kredibilitas pers masih sangat bisa dipercaya dibandingkan lembaga lainnya yang ada. "Pers di Indonesia masih dipercaya. Ini yang harus dijaga dan sangat perlu ditingkatkan demi kemajuan bangsa Indonesia," katanya. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengungkapkan, pers yang ada saat ini memiliki peran aktif dalam mengawal iklim demokrasi. Tidak jarang dirinya meminta masukan melalui kritikan demi menuju kebaikan. "Saya merasakan intensifnya berhubungan dengan pers, sehingga semakin transparan. Saya malah sering dapat kritikan membangun dari pers," kata gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026