Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, secara intensif memantau kesehatan hewan kurban dengan melakukan pemeriksaan ke ternak secara langsung menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026, guna memastikan hewan kurban sehat dan laik.
“Pemeriksaan dilakukan dengan pengamatan dari luar seperti kondisi mata, bulu, hingga memastikan tidak ada cacat tubuh. Tujuannya memastikan ternak yang diperjualbelikan sehat dan bebas penyakit, terutama zoonosis,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri Un Achmad Nurdin di Kediri, Kamis.
Hewan kurban yang diperjualbelikan, lanjutnya, harus dipastikan menghasilkan daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Untuk itu pihaknya mengerahkan tim untuk pemeriksaan secara langsung ke beberapa lokasi termasuk ke sentra peternakan.
Saat pemeriksaan pihaknya menemukan satu ternak mengalami penyakit mata dan satu ternak terindikasi scabies di wilayah timur Kecamatan Pesantren.
“Penyakit mata dan scabies ini menular, sehingga harus segera diisolasi dan tidak dicampur dengan ternak sehat karena penularannya cukup cepat,” ungkapnya.
Sementara itu Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri Indra Sukma Putra mengatakan secara umum kondisi hewan kurban yang diperiksa petugas dalam batas aman.
Ia menyebut beberapa temuan, seperti gatal yang diduga karena scabies, iritasi mata, dan ternak yang tampak lesu, dinilai masih dapat ditangani. Sedangkan untuk penyakit menular, seperti antraks, tidak ditemukan pada ternak di Kota Kediri.
“Secara keseluruhan aman dari penyakit zoonosis yang sangat dikhawatirkan seperti antraks. Untuk PMK dan LSD juga aman, karena vaksinasi rutin terus dilakukan,” katanya.
Pihaknya juga mengimbau para pedagang menjaga kebersihan kandang dan pola makan ternak. Pemberian pakan hijauan muda dihindari karena berpotensi menyebabkan diare pada ternak. Selain itu kandang harus rutin dibersihkan dan kebutuhan minum hewan tetap tercukupi.
Ia mengatakan pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahap, yakni ante mortem sebelum penyembelihan dan post mortem setelah penyembelihan dengan pemeriksaan organ-organ hewan.
Lapak yang telah diperiksa juga akan diberi label sebagai tanda telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan.
“Harapannya para penjual hewan kurban dapat lebih mengantisipasi adanya penyakit. Apalagi lalu lintas ternak juga sudah diperketat dengan surat keterangan sehat hewan,” katanya.
Salah seorang penjual ternak asal Kota Kediri, Juni, mengatakan ternak kambing yang dijualnya selalu dirawat dengan baik. Selain itu pakan hingga air minum juga diberikan yang bagus.
Ia pun mengatakan permintaan hewan kurban sudah mulai tinggi. Beberapa ternak miliknya sudah terjual. Sedangkan untuk harga jual kambing juga bervariasi mulai Rp2,7 juta hingga Rp4 juta yang ukuran besar.
Juni mengapresiasi edukasi yang diberikan oleh petugas medis dan berharap agar ternak yang dijualnya selalu sehat. "Semoga hewan-hewan di sini sehat-sehat semuanya supaya bisa dibuat kurban dan dagingnya bisa aman dikonsumsi,” katanya.
Pewarta: Asmaul ChusnaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026