Guru hebat adalah guru yang terus bergerak, belajar, beradaptasi, dan berani berkembang
Surabaya (ANTARA) - Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG) 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mendorong kemandirian ekonomi guru melalui penguatan kewirausahaan, literasi digital, dan pengembangan usaha agar adaptif menghadapi tantangan ekonomi serta perubahan teknologi digital.
“Ketik guru semakin sejahtera, maka pendidikan akan tumbuh lebih kuat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.
Dalam kegiatan Coaching dan Awarding 40 Nominator Pengembangan Usaha Guru di Surabaya yang mengusung semangat “Guru Hebat, Guru Mandiri” itu menegaskan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga memiliki potensi menjadi entrepreneur yang inspiratif dan berdampak bagi masyarakat.
Aries mengatakan, PROTEG hadir sebagai upaya pemberdayaan guru, khususnya guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Guru Tidak Tetap (GTT), yang masih menghadapi tantangan ekonomi di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Melalui program tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, pengembangan digital branding, perluasan akses pasar, hingga penguatan jejaring usaha.
Selain berorientasi pada pelatihan, PROTEG juga diarahkan menjadi gerakan transformasi pola pikir guru menuju entrepreneur modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
“Guru hebat adalah guru yang terus bergerak, belajar, beradaptasi, dan berani berkembang,” kata Aries.
Ia menambahkan, guru masa kini tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga harus menguasai literasi digital, membangun personal branding, memanfaatkan marketplace, serta mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi.
Menurut dia, potensi usaha guru di Jawa Timur cukup besar karena didukung kemampuan komunikasi, kreativitas, jaringan luas, dan kedekatan dengan komunitas pendidikan.
Berbagai jenis usaha yang berkembang di kalangan guru meliputi kuliner, fesyen, produk digital, edukasi daring, jasa kreatif, pertanian, hingga kerajinan.
Keberhasilan PROTEG terlihat dari peningkatan jumlah peserta setiap tahun. Pada 2024 program tersebut diikuti 200 peserta, meningkat menjadi 500 peserta pada 2025, dan pada 2026 menjangkau peserta dari 33 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan rata-rata transaksi usaha mencapai Rp5 juta per bulan.
Selain pelatihan, PROTEG juga membangun ekosistem usaha guru melalui pendampingan, branding, marketplace, networking, dan pembentukan komunitas entrepreneur guru agar usaha yang dijalankan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Sebanyak 40 nominator pengembangan usaha guru terbaik yang terpilih dalam kegiatan awarding diharapkan menjadi role model sekaligus penggerak kemandirian ekonomi guru di wilayah masing-masing.
“Masa depanmu dibangun dari apa yang engkau lakukan sekarang, bukan esok,” ujar Aries.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026