Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, menggencarkan program inseminasi buatan (IB) guna meningkatkan populasi ternak ruminansia besar, khususnya sapi di wilayahnya guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada daging nasional.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan Nur Haryani dalam keterangannya di Magetan, Sabtu, mengatakan program IB merupakan salah satu dari upaya peningkatan populasi ternak sapi.

Melalui program itu, pihaknya menyalurkan bantuan 37 paramedik veteriner yang tersebar di setiap kecamatan.

"Populasi sapi di Kabupaten Magetan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK yang melanda," ujarnya.

Sesuai data, pada tahun 2020 populasi sapi potong di Magetan masih sekitar 117 ribu ekor. Per tahun 2025 tinggal sekitar 68.900 ekor sapi potong. Untuk sapi perah juga turun dari sekitar 1.200 ekor menjadi sekitar 525 ekor.

Upaya lain yang dilakukan untuk peningkatan populasi ternak sapi di antaranya berupa dukungan pada peternak melalui pelatihan dan penyediaan petugas pelayanan kesehatan hewan yang kompeten, penyediaan pakan, serta perbaikan infrastruktur peternakan yang memadai.

Pihaknya mengakui penurunan populasi tersebut berdampak juga pada ketersediaan sapi di tingkat peternak, terutama untuk sapi bakalan.

"Saat ini cukup sulit mendapatkan sapi bakalan. Dampak PMK itu memengaruhi reproduksi indukan sehingga jumlah anakan juga menurun," kata Nur Haryani.

Ia menambahkan kondisi tersebut turut memicu kenaikan harga sapi potong di pasaran, yakni sekitar Rp2 juta per ekor. Terutama di saat tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Sementara, kondisi terbalik justru terjadi pada kambing. Harga kambing dan domba saat ini justru mengalami penurunan karena dipicu produksi yang lebih banyak di berbagai daerah.

"Setelah wabah PMK, banyak peternak beralih ke kambing dan domba. Akibatnya terjadi kelebihan produksi dan harga turun sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per ekor," katanya.

Ia menambahkan harga kambing untuk kebutuhan kurban yang sebelumnya berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor, saat ini mengalami penyesuaian akibat kondisi pasar tersebut.

Meski populasi sapi menurun, Nur Haryani memastikan kebutuhan hewan kurban di Magetan pada Idul Adha 1447 H tetap terpenuhi. Namun, memang sebagian pasokan dipastikan berasal dari luar daerah.

Disnakkan terus mengedukasi masyarakat melalui petugas penyuluh lapangan di tiap kecamatan, media sosial dinas, hingga kanal lainnya agar cermat dalam membeli hewan kurban.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat saat pembelian hewan kurban agar memastikan ternak dalam kondisi sehat, aktif dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

 



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026