Seluruh 47 kloter yang sudah diberangkatkan berangkat sesuai jadwal
Surabaya (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatat sebanyak 17.835 jamaah calon haji (JCH) telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga hari ke-14 operasional, dengan seluruh kelompok terbang (kloter) berangkat tepat waktu.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As'adul Anam di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan operasional pemberangkatan berjalan tertib dan lancar sejak dimulainya proses embarkasi.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu. Mekanisme mutasi juga berjalan efektif sehingga mampu menekan jumlah kursi kosong,” kata Anam.
Ia menjelaskan total rencana pemberangkatan haji Embarkasi Surabaya tahun ini mencapai 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang terbagi dalam 116 kloter.
Pada hari ke-14 operasional, Embarkasi Surabaya juga memberangkatkan tambahan 380 orang dari satu kloter sehingga total kumulatif pemberangkatan mencapai 47 kloter.
Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jamaah yang telah diberangkatkan terdiri atas 8.338 laki-laki dan 9.497 perempuan.
Selain itu, seluruh kloter yang telah diberangkatkan mencatatkan ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) sebesar 100 persen.
“Seluruh 47 kloter yang sudah diberangkatkan berangkat sesuai jadwal. Ini hasil koordinasi yang baik antara PPIH dengan seluruh unsur pelayanan di embarkasi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan operasional, PPIH mencatat sebanyak 51 mutasi keluar yang berdampak pada ketersediaan kursi keberangkatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 kursi berhasil terisi kembali melalui mutasi masuk sehingga tersisa 25 kursi kosong atau open seat.
Anam menjelaskan mutasi keluar tersebut disebabkan berbagai faktor, yakni 12 jamaah sakit dan dirawat di rumah sakit, satu jamaah dalam kondisi hamil, enam pendamping, delapan jamaah menunda keberangkatan, perpindahan kloter sebanyak 18 orang, serta enam kursi kosong karena alasan teknis.
Sementara itu, mutasi masuk berasal dari 26 jamaah pengganti, baik dari daftar cadangan maupun jamaah yang telah memiliki nomor kloter dan dialihkan untuk mengisi kekosongan kursi.
Menurut dia, mekanisme mutasi tersebut mampu meminimalkan kursi kosong sehingga keberangkatan dapat tetap berjalan optimal.
Di sisi lain, PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat terdapat 11 jamaah yang mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Surabaya, terdiri atas tujuh jamaah sakit dan empat pendamping.
Pada operasional berikutnya, Selasa (5/5), PPIH Embarkasi Surabaya dijadwalkan menerima kedatangan 1.520 JCH dari empat kloter yang berasal dari Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Jember, Jombang, Pasuruan, Banyuwangi, Tulungagung, Lumajang, dan Kota Malang.
“Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik agar seluruh proses keberangkatan berlangsung aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh jamaah,” tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinUploader : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026