Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilantik sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya 1447 Hijriah/2026 oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf di Surabaya, Jumat.
“Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk itu, citra Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di pundak PPIH Embarkasi Surabaya. Niatkan setiap pengabdian lillahi ta’ala, insya Allah bernilai pahala,” kata Gubernur Khofifah.
Sebanyak 23 orang dilantik sebagai PPIH Embarkasi Surabaya yang bertugas memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jamaah agar dapat menunaikan ibadah sesuai syariat, sekaligus mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan haji.
Khofifah menyebut jumlah jamaah haji Embarkasi Surabaya tahun ini mencapai 44.087 orang, terdiri atas 43.623 jamaah dan 464 petugas kelompok terbang (kloter) yang terbagi dalam 116 kloter.
Rincian jamaah tersebut berasal dari Jawa Timur sebanyak 42.409 orang, Bali 698 orang, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 516 orang.
Jamaah kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo, sedangkan kloter terakhir diberangkatkan pada 20 Mei 2026 dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.
Ia menegaskan penyelenggaraan tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab PPIH Embarkasi Surabaya yang melayani jamaah lintas provinsi.
“Apabila pelayanan PPIH baik, maka citra pemerintah juga baik, begitu pula sebaliknya. Maka mari kita berikan dedikasi terbaik,” tambahnya.
Khofifah menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh petugas lintas sektor, mulai dari aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan agar penyelenggaraan haji berjalan tertib dan lancar.
“Bismillah, dengan ridho Allah, semoga seluruh rangkaian proses ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar, penuh berkah, serta membawa para jamaah kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur,” tuturnya.
Usai pelantikan, Khofifah bersama Menteri Haji dan Umrah RI melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jamaah haji untuk penerbangan.
“Antisipasi makanan yang mungkin tidak suka pedas itu sudah terantisipasi sehingga ada bumbu atau sambal yang disiapkan terpisah. Jadi bisa disesuaikan selera masing-masing,” katanya.
Pewarta: Willi IrawanUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026