Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan daerah setempat dengan menggelar "Rembug Perempuan" pada momentum peringatan Hari Kartini 2026, Selasa.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan "Rembug Perempuan" tersebut merupakan forum menyerap aspirasi untuk merancang kebijakan pembangunan tahun mendatang dan diikuti puluhan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, keagamaan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga komunitas literasi dan pendamping sosial.
"Kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan, kami terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagaimana pemikiran visioner RA Kartini yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan kesempatan dan martabat perempuan," kata Bupati Ipuk dalam kegiatan "Rembug Perempuan" di Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa.
Menurut dia, perempuan memiliki peran yang sangat besar bukan hanya di keluarga, tetapi juga di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, bahkan kepemimpinan.
Forum "Rembug Perempuan" itu, lanjut Ipuk, menjadi forum untuk mendengar suara perempuan, menyerap aspirasi dan merumuskan langkah dalam pembangunan daerah.
"Melalui forum ini saya berharap lahir gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi sebagai perempuan yang berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadi penyangga keluarga hingga penggerak ekonomi," katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspotondo menjelaskan forum tersebut dibagi empat kelompok perwakilan perempuan dalam empat tema utama, yakni literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan, serta bisnis dan ekonomi kreatif.
"Sebelumnya para perwakilan telah melakukan kunjungan ke OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) untuk mendapat insight dan mengumpulkan materi, kemudian setiap kelompok berdiskusi dengan didampingi oleh fasilitator, dan selanjutnya merumuskan masukan-masukan perencanaan," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan perempuan, Zulfi Zumala berharap ada pelatihan bagi anak dan orang tua tentang literasi digital, adanya saluran konsultasi dan pengaduan terhadap kasus kekerasan digital, mitigasi terkait kekerasan digital berbasis multipihak.
"Untuk mendukung produktifitas perempuan kami juga mengusulkan adanya peningkatan kapasitas penggunaan medsos untuk produktivitas, pelatihan literasi keuangan dan pelatihan keamanan digital bagi perempuan," kata Zulfi.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026