Probolinggo (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat.

Dalam sambutannya Menag Nasaruddin Umar menyoroti peran historis pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia sejak abad ke-13 dan ia mengibaratkan sebagai penerus semangat Baitul Hikmah di Baghdad.

"Tugas kita di pondok pesantren adalah mengembalikan Baitul Hikmah yang ada di Baghdad. Semangat Ponpes Nurul Jadid adalah membangkitkan kembali kejayaan ilmu pengetahuan seperti era keemasan Islam, dimana ulama tidak hanya menguasai agama tetapi juga sains," kata Menag Nasaruddin Umar.

Menag juga menyebut pesantren bukan sekadar lembaga dakwah, melainkan juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi.

Pada kesempatan itu Menag Nasaruddin Umar juga memuji kiprah santri yang telah tersebar luas dan mendorong agar pesantren dapat menjadi eksportir ulama yang membawa ajaran Islam yang moderat.

"Islam adalah agama dan ideologi terbuka, mengajarkan Islam adalah mengajarkan cinta, bukan kebencian. Jangan mengajarkan Islam dengan membenci orang yang berbeda agama," ucap Menag Nasaruddin Umar.

Ia berpesan agar para santri dan ulama tetap menjaga nilai-nilai kelembutan, tawadhu, istikamah, muru'ah, dan ikhlas, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.


Menag Nasaruddin Umar juga mengingatkan agar para ulama tidak mengejar popularitas duniawi, melainkan fokus pada pengabdian. "Tidak perlu populer di bumi, tapi jadilah 'artis' di langit," katanya.

Dalam kunjungan tersebut Menag Nasaruddin Umar disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh Zuhri Zaini.

Ponpes Nurul Jadid Paiton memberikan dukungan kepada Menag mengenai pembentukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag) demi peningkatan perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam.

 



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026