Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Tenaga Kesehatan Haji Kloter asal Kota Malang, Jawa Timur memastikan telah melakukan segala persiapan guna mengoptimalkan pelayanan kepada seluruh jamaah calon haji asal daerah itu selama berada di Arab Saudi.
Tenaga Kesehatan Haji Kloter SUB 11 Acik Wijayanti ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan kondisi fisik dan kelengkapan obat-obatan menjadi aspek utama yang diperhatikan untuk menunjang kelancaran tugas di tanah suci.
"Persiapan sudah, Fisik tentunya nomor satu karena di sana saya melakukan pendampingan kesehatan. Terus, kami mempersiapkan obat-obatan bagi jamaah," kata Acik.
Tenaga kesehatan (nakes) dari RSSA ini juga memastikan akan memberikan pendampingan ekstra kepada 376 jamaah calon haji, khususnya bagi mereka yang berusia lansia asal Kota Malang. Di kloternya ada satu orang jamaah yang telah berusia 96 tahun.
Menurut dia, pelayanan optimal kepada seluruh jamaah calon haji menjadi bagian upaya mensyukuri nikmat sekaligus menjaga amanah yang diberikan oleh Allah untuk kedua kalinya.
Baginya menjadi seorang tenaga kesehatan haji merupakan bagian dari tugas kemanusiaan.
"Nanti kami juga melakukan visitasi kepada jamaah resiko tinggi atau risti, yang berusia 65 tahun ke atas, dan dengan komorbid," ucapnya.
Keberangkatan ke Arab Saudi pada musim haji 2026 menjadi yang kedua setelah periode 2023.
Acik menyampaikan jamaah calon haji kloter 11 yang dia dampingi akan berangkat dari Kota Malang menuju Asrama Haji (Ahes) di Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (23/4) pukul 17.00 WIB dan diterima sana sekitar pukul 21.00 WIB.
Namun, bagi petugas kesehatan sudah harus berasa di Ahes Surabaya paling tidak enam jam sebelum kedatangan para jamaah calon haji.
"Penerbangan kami ke Arab Saudi itu 24 April pukul 22.00 WIB," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang Subhan menjelaskan, seluruh tenaga kesehatan haji merupakan orang-orang yang sebelumnya telah mengikuti serangkaian seleksi ketat, seperti tes kesehatan, mental, narkoba, dan administrasi.
Semua komponen itu perlu dipastikan sehingga tugas mereka melakukan pelayanan kepada para jamaah calon haji bisa berjalan maksimal.
"Karena mewakili negara diharapkan mereka mampu melaksanakan tugas secara baik sesuai tupoksi masing-masing," katanya.
Lebih lanjut, terdapat tiga kloter haji yang akan diberangkatkan dari Kota Malang, dengan jumlah keseluruhan jamaah mencapai 1.203 orang.
Masing-masing kloter akan didampingi oleh dua tim kesehatan, terdiri dari satu dokter dan satu perawat.
"Kalau keseluruhan petugas dari Kota Malang, baik itu petugas Kementerian Haji dam Umrah, kesehatan, dan petugas haji daerah (PHD) ada 15 orang," ucapnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026