Surabaya (Antarajatim) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) siap menjadikan Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang rencananya akan mulai beroperasi pada April 2014 sebagai anak perusahaan.
"Untuk mewujudkannya, kami telah mengajukan rencana pembentukan anak perusahaan bernama Terminal Multipurpose Teluk Lamong kepada komisaris," kata Kepala Humas PT Pelindo III (Persero), Edi Priyanto, ditemui saat berkunjung ke Terminal Multipurpose Teluk Lamong, di Surabaya, Selasa.
Bahkan, kata dia, menjelang pengoperasian dermaga dengan pengerjaan proyeknya mencapai lima paket itu Pelindo III juga sedang mempersiapkan struktur organisasi dan rekrutmen tenaga kerja.
"Tahun ini kami berencana merekrut 400 orang baik untuk tenaga operasional maupun fungsi administrasi. Mereka akan kami tugaskan di 16 cabang Pelindo III seperti Gresik, Teluk Lamong, dan mengisi kekosongan posisi pegawai yang pensiun," ujarnya.
Sementara itu, sesuai pantauannya terhadap pengerjaan proyek Teluk Lamong maka kapasitas terminal domestik di sana pada tahap awal diperkirakan mampu mencapai 800.000 Teu's (Twenty feet Equivalent Unit) sedangkan 600.000 Teu's untuk terminal internasional.
"Namun, pada masa mendatang kapasitas tersebut bisa bertambah seiring kian meningkatnya permintaan pasar termasuk untuk curah kering," katanya.
Di sisi lain, dia menambahkan, peralatan di Teluk Lamong juga didatangkan secara bertahap sehingga berdampak pada belum maksimalnya pengoperasian terminal multipurpose itu.
"Contoh, untuk pengadaan 10 unit Ship to Shore Crane (STS) tahun depan akan datang sekitar lima unit dan sisanya datang tahun 2016. Sementara, dari lima unit alat yang kami terima tahun 2014 sebanyak dua unit di antaranya dipakai di dermaga internasional dan tiga lainnya di domestik," katanya.
Selain itu, lanjut dia, di Terminal Multipurpose Teluk Lamong juga akan diterapkan sistem sensor otomatis yang sengaja dihubungkan dengan "control room". Sistem tersebut mampu mengurangi jumlah sumber daya manusia yang bekerja di kawasan itu sehingga meminimalkan angka kecelakaan kerja.
"Kalau ada penambahan tenaga kerja, mereka akan bertugas di lini dua seperti untuk persiapan depo," katanya.
Jika Teluk Lamong telah beroperasi, harap dia, dapat meningkatkan produktivitas kinerja bongkar muat dan adanya efisiensi bahan bakar minyak (BBM) hingga 30 persen. Apalagi dengan sistem baru mendatang, satu orang pekerja bisa menangani lima mesin sekaligus dalam waktu sama.
"Tapi saat masih memakai RTG, satu orang hanya mengoperasikan satu mesin. Dengan sistem otomatis itu, pada waktu dekat kami menyiapkan surat izin mengemudi (SIM) khusus bagi sopir truk yang bongkar muat di sini," katanya. (*)
Editor : Slamet HP
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026