Tuban (ANTARA) - PT Waskita Karya (Persero) Tbk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur selesai pengerjaan pada Juni 2026 sebagai komitmen perseroan untuk mendukung program strategis pemerintah.
"Pembangunan sekolah selesai pada 20 Juni 2026 karena bagian dari komitmen dalam mendukung program strategis pemerintah terutama yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat," kata Kepala Lapangan PT Waskita Karya, Agus Saputra di Tuban, Jawa Timur, Kamis.
Agus menjelaskan, pengerjaan bangunan Sekolah Rakyat di Tuban dimulai pada 28 November 2025 dan saat ini sudah mencapai sekitar 26 persen seperti pondasi bawah, timbunan, pagar, beton dan yang lainnya.
Termasuk sekarang ini proses pengerjaan galian tiang pancang untuk gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta pemasangan pagar permanen dari beton.
"Perseroan terus berupaya mempercepat pengerjaannya agar bisa segera dimanfaatkan dan harus selesai tepat waktu," jelasnya.
Menurut dia, tidak hanya mengerjakan bangunan sekolah SD sampai SMA saja, namun Waskita Karya juga membangun asrama siswa dan asrama guru, kantin, sarana olahraga, sarana ibadah serta gedung serbaguna.
Sebagai BUMN Konstruksi, lanjut dia, yang telah berpengalaman selama 65 tahun, Waskita berupaya membangun infrastruktur yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Jika seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan memadai, maka kemajuan bangsa pada berbagai bidang dapat segera terwujud," terangnya.
Ditambahkan Agus, selain membangun Sekolah Rakyat di Tuban, Waskita juga mengerjakan pembangunan sekolah di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang dan Kota Surabaya, Jawa Timur.
Kedepannya Waskita Karya akan terus membangun lebih banyak Sekolah Rakyat guna membantu pemerintah mewujudkan target 500 Sekolah Rakyat sampai 2029.
"Bagi kami pembangunan proyek ini bukan sekadar menyelesaikan konstruksi, tapi juga bagian dari tanggung jawab mencerdaskan anak Indonesia," katanya.
Pewarta: Muhammad YazidEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026