Bojonegoro (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menetapkan sejumlah 1.056.286 pemilih dalam rapat pleno rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026.

Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Bojonegoro, Lilik Mustafidah mengatakan bahwa rapat pleno ini diikuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Lapas, Polres dan Kodim 0813 Bojonegoro.

"Dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi PDPB Triwulan I Tahun 2026 ditetapkan 1.056.286 pemilih," kata Lilik Mustafidah usai rapat pleno di aula kantor KPU setempat, Kamis.

Lilik menyebut sekitar satu juta pemilih tersebut terdapat 525.068 pemilih laki-laki dan 531.218 pemilih perempuan, sedangkan pada rapat pleno PDPB Triwulan IV Tahun 2025 ditetapkan 1.039.481 pemilih yakni 516.935 pemilih laki-laki dan 522.546 pemilih perempuan.

Sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2025 tentang pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pasal 14 menjelaskan tugas KPU kabupaten melaksanakan pengolahan data, pemutakhiran data, berkoordinasi dengan instansi terkait dan rekapitulasi.

"Ada tiga data yang dibahas dalam rapat pleno PDPB yakni data pemilih baru, tidak memenuhi syarat dan perbaikan data pemilih," jelasnya.

Menurut dia, data yang sudah disinkronkan KPU RI diserahkan KPU kabupaten/kota untuk dilaksanakan pemutakhiran data pemilih setiap tiga bulan dan ditingkat KPU provinsi setiap enam bulan.

Sehingga setelah ini akan menyampaikan hasil rapat pleno KPU Kabupaten Bojonegoro kepada KPU Provinsi Jawa Timur, karena dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2025 juga mengatur KPU bisa menerima data dari masyarakat, Bawaslu, DPMD dan instansi lainnya jika dilengkapi data pendukung.

"Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini laksanakan belum adanya Pemilu dan sampai saat pelaksanaan Pemilu selanjutnya," katanya.



Pewarta: Muhammad Yazid
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026