Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebutkan sebanyak 23.775 wisatawan mancanegara (wisman) masuk ke provinsi setempat pada Februari 2026 melalui Bandara Juanda atau naik 23,8 persen dibandingkan Februari 2025 yang berjumlah 19.205 kunjungan.
“Kondisi ini naik 15,70 persen dibandingkan dengan kondisi pada Januari 2026 sebanyak 20.548 kunjungan,” kata Plt. Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Jumlah kunjungan wisman terbesar berasal dari Tiongkok sebanyak 10,638 kunjungan kemudian disusul warga dari Malaysia sebanyak 3.264 kunjungan, serta wisman dari Singapura sebanyak 1.634 kunjungan.
Sementara jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dari Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebanyak 15,53 juta perjalanan dengan Surabaya menjadi daerah asal perjalanan wisata tertinggi yaitu mencapai 2,59 juta perjalanan atau 16,67 persen dari total perjalanan wisnus dari Jawa Timur.
Perjalanan wisnus dengan tujuan Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 16,13 juta perjalanan atau turun 8,25 persen dibandingkan Januari 2026 dengan Kota Surabaya menjadi daerah tujuan perjalanan wisata dengan angka tertinggi mencapai 2,09 juta perjalanan atau sekitar 12,98 persen dari total perjalanan wisnus tujuan Jawa timur.
Selanjutnya untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada Februari 2026 tercatat 43,06 persen atau turun 2,74 poin dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 45,80 persen.
Penurunan dari kelas hotel bintang secara berturut-turut yaitu bintang 1 sebesar 3,44, bintang 2 sebesar 2,98, bintang 3 sebesar 4,17 dan bintang 4 sebesar 3,10.
Sedangkan TPK hotel non bintang dan akomodasi lainnya pada Februari 2026 sebesar 18,98 persen atau turun 3,77 poin dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 22,75 persen.
Terdapat tiga kabupaten/kota dengan TPK hotel bintang tertinggi yaitu Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Kediri masing-masing 59,26 persen; 59,00 persen; serta 58,30 persen.
Di sisi lain, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Probolinggo dan Kota Batu menjadi tiga kabupaten dengan nilai TPK hotel bintang terendah yakni masing-masing 13,42 persen; 16,16 persen; dan 24,81 persen.
Herum menjelaskan TPK hotel yang tinggi di suatu Kabupaten/Kota dipengaruhi antara lain letak strategis hotel yang dekat dengan pusat bisnis, destinasi wisata, atau fasilitas transportasi seperti bandara dan stasiun.
Selain itu, kualitas pelayanan yang baik, fasilitas lengkap, harga yang kompetitif serta adanya konferensi, festival, atau musim liburan juga menjadi daya tarik bagi tamu.
"Faktor lain yang berperan adalah promosi efektif melalui media digital dan kerja sama dengan agen perjalanan atau aplikasi pemesanan online," ujarnya.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026