Untuk ASN yang berada di area Surabaya, kami dorong memanfaatkan transportasi massal. Ini bagian dari langkah efisiensi, terutama dalam pengaturan mobilitas pegawai.
Surabaya (ANTARA) - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memanfaatkan transportasi massal sebagai bagian dari upaya efisiensi mobilitas, seiring penerapan kebijakan work from home (WFH).
“Untuk ASN yang berada di area Surabaya, kami dorong memanfaatkan transportasi massal. Ini bagian dari langkah efisiensi, terutama dalam pengaturan mobilitas pegawai,” ujar Sekretaris DPRD Jawa Timur M. Ali Kuncoro di Surabaya, Selasa.
Diketahui Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan kebijakan WFH pada hari Rabu untuk ASN sebagai upaya efisiensi energi dan BBM.
Lanjutnya, penggunaan moda transportasi umum khususnya bagi ASN yang berdomisili di wilayah Surabaya diharapkan dapat menekan biaya operasional sekaligus mendukung kebijakan efisiensi yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Meski demikian, Ali memastikan pelayanan kesekretariatan kepada pimpinan dan anggota DPRD tetap berlangsung normal.
Ia menjelaskan, penyesuaian pola kerja dilakukan secara fleksibel, terutama bagi ASN yang bertugas mendampingi kegiatan anggota dewan seperti kunjungan kerja maupun kunjungan daerah pemilihan.
ASN yang terlibat langsung tetap menjalankan tugas seperti biasa, sementara lainnya bekerja dari rumah.
“Pelayanan tetap berjalan sesuai mekanisme. Tidak ada yang terganggu karena sudah kami atur pembagian tugasnya,” katanya.
Selain mendorong penggunaan transportasi massal, pihaknya juga memberikan opsi bagi ASN yang berasal dari luar Surabaya untuk tinggal sementara di sekitar lokasi kerja guna menghemat biaya harian, khususnya pada saat penerapan WFH.
Saat ini, jumlah ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Jawa Timur tercatat sebanyak 195 orang yang terdiri atas PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu. Seluruhnya tetap menjalankan tugas sesuai penyesuaian kebijakan yang berlaku.
Ali memastikan produktifitas dan kualitas layanan kesekretariatan tetap optimal di tengah pengaturan mobilitas ASN.
“Yang terpenting layanan kepada pimpinan dan anggota tetap maksimal, sementara efisiensi tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyesuaian juga dimungkinkan pada jadwal kegiatan kedewanan, termasuk peluang pelaksanaan rapat pada akhir pekan guna menyesuaikan dinamika kerja yang ada.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026