Kita terlalu banyak bicara, tetapi sering tidak punya dokumentasi dan ruang diskusi yang kuat

Surabaya (ANTARA) - Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur Dr Suko Widodo meminta ISKI Jawa Timur lebih aktif membangun budaya komunikasi dan literasi guna memperkuat humanisasi, etika dialog, serta kualitas komunikasi publik di masyarakat.

“Ini tugasnya membuat forum rutin soal komunikasi. Kita terlalu banyak bicara, tetapi sering tidak punya dokumentasi dan ruang diskusi yang kuat,” kata Suko Widodo dalam kegiatan silaturahim ISKI Jawa Timur di NG26 Cafe Surabaya, Jumat.

Ia menilai kalangan akademisi komunikasi perlu lebih produktif dalam menulis dan mendokumentasikan gagasan melalui buku maupun forum ilmiah, agar pemikiran yang berkembang memiliki pijakan akademik yang jelas.

Menurutnya, penguatan budaya literasi menjadi penting karena banyak gagasan dan pengalaman akademik yang tidak terdokumentasi dengan baik sehingga mudah hilang.

Baca juga: Netizen tolak WFH Jumat, ISKI Jatim usul Rabu

Suko juga menekankan bahwa ilmu komunikasi tidak hanya bersumber dari disiplin komunikasi semata, tetapi juga diperkaya oleh psikologi, sosiologi, media penyiaran, hingga praktik jurnalistik.

Dalam kegiatan yang dihadiri sarjana komunikasi dari berbagai profesi, mulai dari media, dosen, humas, psikolog, hingga pengusaha itu, Suko menegaskan pentingnya komunikasi publik yang dibangun secara humanis.

Hal itu, kata dia, dapat dilakukan melalui kemampuan mendengar, menghormati lawan bicara, serta menjaga etika dalam berdialog.

“Anak-anak di Jepang diajarkan bagaimana berbicara dengan melihat mata lawan bicara dan tidak memotong pembicaraan. Hal-hal seperti itu penting dalam budaya komunikasi,” ujarnya.

Baca juga: ISKI Jatim sebut Rabu hari ideal penerapan WFH bagi ASN

Ia juga mengkritik budaya komunikasi yang terlalu formal dan seremonial karena dinilai kerap mengabaikan substansi pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Suko berharap ISKI Jawa Timur dapat menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi dan praktisi untuk memperkuat tradisi komunikasi yang sehat sekaligus memberi kontribusi terhadap pencerahan publik di Indonesia.

Baca juga: Menjaga anak di tengah banjir digital
Baca juga: ISKI Jatim ajak waspadai dampak digital pada remaja



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026