Selain hemat energi, juga menyehatkan

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas, mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Malang yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) menggunakan sepeda saat berangkat kerja sebagai upaya penghematan energi.

“Gagasan ASN berangkat kerja menggunakan sepeda ini baik. Selain hemat energi, juga menyehatkan,” kata Puguh dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin.

Ia menilai kebijakan tersebut perlu diarahkan lebih strategis agar memberikan dampak yang lebih luas, khususnya dalam mengatasi persoalan kemacetan di Kota Malang.

Puguh mengungkapkan, sebagai wilayah yang terus berkembang, Kota Malang menghadapi tantangan meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan.

“Permasalahan utama di Kota Malang adalah kemacetan. Jumlah kendaraan terus bertambah, sementara ruas jalan terbatas. Ini perlu solusi yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa momentum penghematan energi seharusnya tidak berhenti pada penggunaan sepeda semata, melainkan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat budaya penggunaan transportasi publik.

Menurut dia, ASN dapat berperan sebagai pelopor dalam penggunaan moda transportasi umum seperti bus Trans Jatim maupun angkutan kota yang telah tersedia.

Selain itu, Puguh juga mengingatkan agar kebijakan bersepeda tidak menimbulkan beban baru bagi ASN, terutama bagi mereka yang belum memiliki fasilitas pendukung.

“Tidak semua ASN memiliki sepeda. Jika diwajibkan, justru berpotensi menambah beban baru,” tuturnya.

Ia menilai penguatan transportasi publik dapat memberikan dampak berlapis, mulai dari penghematan energi, pengurangan kemacetan, hingga perubahan budaya mobilitas masyarakat.

Puguh berharap pemerintah daerah dapat merancang kebijakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya bersifat simbolik, tetapi mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan transportasi di Kota Malang.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026