Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Malang menyatakan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dioptimalkan untuk mendorong peningkatan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Regional Micro Banking Head BRI Region Malang Tito Witarnawan di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, mengatakan hingga triwulan I 2026 penyaluran KUR di wilayah kerja BRI Malang mencapai Rp5,557 triliun dengan debitur mencapai 117.387 orang.

"Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong UMKM agar semakin produktif dan berkembang. Ini merupakan bagian dari peran memperkuat ekonomi di daerah," kata Tito.

Wilayah kerja BRI Malang mencakup 25 kantor cabang yang meliputi Banyuwangi, Pacitan, Kabupaten dan Kota Malang, Jember, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kabupaten dan Kota Kediri, Situbondo, Ponorogo, Kota Batu, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Lumajang, serta Kabupaten dan Kota Madiun.

Penyaluran KUR di wilayah kerja BRI Malang didominasi oleh sektor perdagangan, pertanian, dan perikanan dengan porsi sebesar 47,29 persen dari total penyaluran.

Dia menyampaikan kemudahan penyaluran KUR merupakan upaya menyelaraskan kinerja perusahaan dengan komitmen penguatan struktur ekonomi melalui pemberdayaan UMKM yang digaungkan oleh pemerintah pusat.

Penguatan sektor UMKM dikatakannya akan mengoptimalkan pergerakan sektor perekonomian di daerah sebagai pondasi menguatkan perekonomian dan pemerataan pembangunan nasional.

Selain itu, Tito menjelaskan upaya meningkatkan produktivitas UMKM tidak hanya melalui penyaluran KUR, tetapi meliputi pelaksanaan program pemberdayaan dan pendampingan kepada pelaku usaha di sektor tersebut.

Menurut dia, kemajuan UMKM tidak hanya diukur dari seberapa banyak modal yang didapatkan tapi juga berbicara kemampuan debitur dalam mengelola usahanya secara lebih baik, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

"Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan," ujar dia.

Ke depan, pihaknya memastikan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor produktif, sehingga pembiayaan yang diberikan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha masyarakat.

"Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas," kata dia.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026