Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat perbaikan di sejumlah titik kerusakan Jalur Lintas Selatan (JLS) ruas Trenggalek–Tulungagung, Jawa Timur.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Senin, tim pekerja dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum masih melakukan penambalan aspal dengan metode tambal sulam (patching) di beberapa titik kerusakan jalan.
Pekerjaan perbaikan dilakukan pada ruas sepanjang sekitar 15 kilometer, mulai dari wilayah Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek hingga Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.
Sejumlah alat berat dan pekerja terlihat memperbaiki bagian aspal yang berlubang maupun terkelupas agar permukaan jalan kembali rata dan aman dilalui kendaraan.
Meski belum sepenuhnya rampung, proses perbaikan diperkirakan dapat diselesaikan sebelum periode libur Lebaran.
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Timur Andhika Tommy Ardiansyah sebelumnya mengatakan perbaikan dilakukan dengan sistem tambal sulam pada sejumlah titik kerusakan jalan.
Perbaikan jalan itu sedianya ditarget rampung H-10 Lebaran. Namun dalam pelaksanaan molor imbas cuaca yang tidak menentu dan banyaknya ruas jalan rusak di sepanjang jalan JLS Trenggalek-Tulungagung tersebut.
"Selain kerusakan aspal, kami juga menemukan beberapa titik penurunan elevasi jalan akibat rembesan air bawah tanah yang melemahkan struktur pondasi jalan," kata Tommy.
Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya merencanakan pemasangan subdrain atau drainase bawah permukaan guna menangkap aliran air yang masuk ke badan jalan sehingga kerusakan tidak semakin meluas.
Arus kendaraan di jalur tersebut juga masih relatif lengang dan belum terlihat peningkatan signifikan dari kendaraan pemudik.
Kondisi itu dipengaruhi oleh jalur JLS yang hingga kini belum tersambung secara utuh di sepanjang pesisir Trenggalek maupun Tulungagung sehingga belum menjadi jalur utama arus mudik.
Perbaikan jalan di jalur tersebut lebih difokuskan untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas kendaraan wisatawan yang diperkirakan meningkat selama libur Lebaran, khususnya menuju kawasan wisata pantai di pesisir selatan.
