Tokyo (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Jepang telah memerintahkan perusahaan minyak setempat untuk melepas sebagian cadangan minyak mereka, menurut berkas dari lembaran negara pemerintah Jepang.
"Berdasarkan UU Pemeliharaan Cadangan Minyak tahun 1975, keputusan telah dibuat untuk mengurangi cadangan minyak dasar," menurut ketetapan Kementerian Ekonomi Jepang, Senin.
Instruksi tersebut berlaku hingga 15 April untuk semua kilang, pemasar, maupun importir minyak. Volume minyak yang dilepas ke pasar akan cukup untuk memenuhi pasokan minyak Jepang selama 15 hari.
Keputusan mengurangi cadangan minyak dari sumber pemerintah maupun komersial diambil menyusul kenaikan harga komoditas tersebut akibat ketegangan di Timur Tengah.
Pemerintah Jepang disebut akan melepas 80 juta barel minyak dari suplai cadangannya, setara dengan kebutuhan minyak untuk 45 hari.
Jumlah tersebut akan didapat dengan melepas cadangan 15 hari dari sumber komersial dan cadangan 30 hari dari penyimpanan pemerintah.
Pada saat cadangan minyak dilepas, stok cadangan minyak Jepang cukup untuk 254 hari, atau setara dengan sekitar 470 juta barel minyak. Jumlah tersebut mencakup antara lain cadangan 146 hari dari penyimpanan pemerintah dan 101 hari dari fasilitas penyimpanan minyak milik swasta.
Adapun sekitar 94 persen dari pasokan minyak Jepang berasal dari Timur Tengah, dan hampir semuanya perlu melintasi Selat Hormuz yang kini ditutup akibat perang.
Gangguan di Selat Hormuz tersebut terjadi akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Iran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer AS di seantero Timur Tengah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
