Surabaya (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Nanang Avianto menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengamanan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kegiatan rapat koordinasi lintas sektoral hari ini ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan visi dan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026,” kata Nanang Avianto saat memimpin rapat koordinasi di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat utama (PJU) Polda Jatim, para kepala kepolisian resor (Kapolres) jajaran, instansi terkait, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kapolda Jatim menjelaskan bahwa pada Maret 2026 terdapat dua agenda besar keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan, yakni Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serta kesiapan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan agar rangkaian ibadah masyarakat dapat berjalan aman dan kondusif.

Nanang juga menegaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 - 25 Maret 2026 sebagai operasi kepolisian terpusat yang melibatkan berbagai instansi.

“Kita harus memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan lancar, aman dan sehat demi mewujudkan slogan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” katanya.

Ia menjelaskan operasi tersebut tidak hanya bertujuan mengatur kelancaran lalu lintas arus mudik, tetapi juga menjadi bentuk pelayanan publik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama periode hari raya.

 



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026