Sidoarjo (ANTARA) -
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono menyerap aspirasi petani dan nelayan yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu.
Bambang Haryo di Sidoarjo, mengatakan, seluruh masukan dari petani dan nelayan akan dibawa ke rapat-rapat Paripurna DPR RI sebagai bahan perjuangan kebijakan di tingkat pusat.
“Begitu banyak aspirasi yang kita terima, dan ini akan kita bawa ke rapat-rapat Paripurna sebagai bahan masukan agar petani dan nelayan di Sidoarjo bisa betul-betul sejahtera,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi disampaikan, mulai dari kebutuhan bibit pertanian hingga dampak lumpur Lapindo terhadap hasil tangkapan nelayan.
Ia menyebut lahan produktif di Sidoarjo masih cukup luas sekitar 18 ribu hektare, dan harus dioptimalkan dengan dukungan penuh pemerintah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah terkait penyediaan bibit dan penanganan hama.
Selain sektor pertanian, ia juga menerima keluhan nelayan terkait dampak lumpur Lapindo yang dinilai mempengaruhi kualitas perairan dan hasil tangkapan, terutama komoditas kerang.
“Kalau memang itu mengandung racun atau mengganggu, harus dihentikan. Harus dilakukan penyaringan agar yang keluar benar-benar air, bukan lumpur,” katanya.
Menurutnya, sedimentasi dan kemungkinan kandungan zat berbahaya akan diperiksa secara menyeluruh. Jika terbukti merugikan nelayan, ia meminta langkah tegas agar aliran lumpur tidak langsung masuk ke sungai dan laut.
Salah satu petani yang hadir di kegiatan tersebut, Gatot, menyampaikan bahwa pertemuan itu membuka ruang dialog langsung antara petani dan anggota DPR.
“Petani bisa lebih dekat dan menyampaikan keluhan-keluhan,” ujar Gatot.
Sementara itu, perwakilan nelayan lainnya, Misbah mengapresiasi kepedulian anggota DPR itu terhadap persoalan yang dihadapi nelayan, mulai dari distribusi BBM hingga penertiban nelayan ilegal.
“Nelayan di Desa Gisik Cemandi merasa nyaman dan aman karena dipedulikan,” kata Misbah.
