Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono menilai jika beras yang disimpan di Gudang Bulog Banjar Kematren Sidoarjo, Jawa Timur memiliki kualitas yang baik dengan jumlah stok yang melimpah.
"Secara kualitas ini bagus. Walaupun beras medium, broken-nya masih sesuai standar, warnanya juga masih sesuai. Ini menunjukkan pengelolaan Bulog semakin baik,” ujar Bambang saat meninjau gudang Bulog Banjar Kematren, Sidoarjo, Senin.
Ia mengatakan kualitas beras cadangan pemerintah yang sebagian besar merupakan stok sejak 2025, saat ini masih memiliki kualitas yang baik.
Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyoroti lonjakan signifikan pasokan beras di Jawa Timur yang kini mencapai 1,3 hingga 1,5 juta ton, dari sebelumnya sekitar 500 ribu ton.
Kondisi ini, lanjutnya, merupakan capaian penting menuju swasembada pangan nasional tanpa ketergantungan impor.
“Ini luar biasa. Stok tertinggi dan semuanya produk dalam negeri, tidak ada impor. Ini menunjukkan kita menuju swasembada pangan yang kuat,” katanya.
Meski demikian, Bambang mengingatkan pentingnya manajemen distribusi, terutama terkait masa simpan beras.
Ia meminta Bulog aktif memberikan informasi kepada pemerintah pusat dan daerah agar stok yang mendekati batas konsumsi dapat segera disalurkan ke masyarakat.
Wakil Pimpinan Bulog Wilayah Jawa Timur, Sugeng Hardono, mengatakan khusus di kompleks pergudangan Banjar Kemantren, kapasitas penyimpanan mencapai 200 ribu ton dengan stok saat ini sekitar 132 ribu ton.
Secara keseluruhan di Jawa Timur, kapasitas gudang mencapai 1,1 juta ton, bahkan kini mengalami kelebihan pasokan sehingga Bulog harus menyewa gudang tambahan.
Selain itu, tingginya serapan gabah juga berdampak positif pada kesejahteraan petani di mana harga pembelian gabah oleh Bulog saat ini berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, sementara pihak swasta bisa mencapai Rp7.500 per kilogram.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026