Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menginisiasi program percepatan peningkatan mutu pendidikan di Madura melalui Mama Mau Naik Kelas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta daya saing lulusan pendidikan menengah di wilayah tersebut.

Gubernur Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Rabu, mengatakan Mama Mau Naik Kelas merupakan singkatan dari Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas.

"Jadi bukan ini maju atau tidak maju tapi bahwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia Mama Mau Naik Kelas yakni Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas," ujarnya.

Menurut Khofifah, program tersebut bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.

Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA dan SMK di Madura yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Sejumlah langkah strategis disiapkan, antara lain penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), pendataan dan pemetaan potensi siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Selain itu dilakukan asesmen dan try out UTBK-SNBT secara berkala disertai analisis hasil guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Sebagai bentuk afirmasi, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jatim menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswanya di jalur UTBK maupun SNBT secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau target yang diterima dua kali dari yang diterima tahun lalu akan ada reward, reward-nya infrastruktur di masing masing sekolah Insya Allah akan kita lakukan revitalisasi secara lebih komprehensif," ujarnya.

Pemprov Jatim saat ini telah melakukan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura

Revitalisasi sarana prasarana mencakup 13 SMA dan tiga SMK di Kabupaten Bangkalan, kemudian tujuh SMA, lima SMK, dan tiga SLB di Kabupaten Sampang, lalu lima SMA dan delapan SMK di Kabupaten Pamekasan, serta 11 SMA, tiga SMK, dan dua SLB di Kabupaten Sumenep, dengan total anggaran Rp47.831.355.253.

Revitalisasi bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar guna mendukung pemerataan akses dan mutu pendidikan menengah serta pendidikan khusus.

"Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, para siswa dan guru merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung dengan fasilitas penunjang yang komprehensif," ujarnya.

Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan SDM Madura.



Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026