Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi 1.000 pengemudi ojek online mitra Gojek di Rumah Sakit Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Pura Raharja Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat.
"Kami ingin menyampaikan terima kasih atas partnership ini, dan Pemprov yang ketempatan, rumah sakit ini rumah sakit KORPRI Pemprov Jawa Timur," katanya.
Program cek kesehatan gratis tersebut berlangsung pada 20, 21, 22, dan 25 Mei 2026 melalui kerja sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Gojek, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Khofifah mengatakan layanan kesehatan itu penting bagi pengemudi ojol karena aktivitas mereka sehari-hari berada di jalan sehingga kondisi kesehatan harus tetap terjaga.
"Ini penting sekali apalagi bagi para driver ojol ya, karena setiap hari harus di jalanan, maka kesehatannya harus dipastikan prima, karena akan berkaitan dengan keselamatan berkendara," katanya.
Ia menyebut sebanyak 1.000 pengemudi ojol akan mendapatkan layanan kesehatan melalui program tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit.
"Ada seribu orang driver ojol dari Gojek yang akan mendapatkan layanan kesehatan melalui cek kesehatan gratis," kata Gubernur Khofifah.
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mengidentifikasi risiko penyakit serius lebih awal sehingga mencegah pembengkakan biaya pengobatan.
"Dari pemeriksaan nanti akan diidentifikasi jika terdapat risiko penyakit serius, bisa mencegah pembengkakan biaya pengobatan di kemudian hari melalui pencegahan sedini mungkin," katanya.
Selain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, rekam jantung, dan profil lipid, pengemudi perempuan juga memperoleh layanan skrining kanker serviks melalui metode Human Papillomavirus (HPV) Deoxyribonucleic Acid (DNA).
Direktur Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja Provinsi Jawa Timur dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan layanan HPV DNA tersebut merupakan bagian program nasional yang belum banyak diketahui masyarakat.
"Itu memang program nasional dan belum banyak yang tahu, padahal HPV DNA kalau periksa sendiri di luar itu mahal bisa sampai setengah juta lebih, dengan seperti ini mereka bisa mendapatkan cek HPV DNA gratis," katanya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.