Pemprov Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan adaptasi teknologi digital yang aman, bijak, dan produktif untuk melindungi masa depan generasi bangsa.
“Pesan besarnya adalah memang adaptasi dengan digital IT menjadi sangat penting. Karena itu, kepada generasi Alpha juga harus dilakukan pendampingan. Pastikan bahwa proses adaptasi itu berjalan aman dan tetap produktif. Jadi adaptif, tapi aman dan produktif,” kata dia saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Grahadi Kota Surabaya, Rabu.
Dia mengatakan tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” menegaskan pentingnya menjaga generasi muda agar mampu beradaptasi di tengah transformasi digital global tanpa kehilangan jati diri bangsa.
“Lewat perlindungan itu, kita ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” ujarnya.
Ia mengatakan tantangan kebangkitan nasional kini tidak lagi hanya terkait menjaga kedaulatan teritorial, tetapi juga menjaga kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Oleh karena itu, perlindungan generasi muda perlu diperkuat melalui literasi digital yang komprehensif serta pendampingan preventif bagi generasi Alpha.
Keseriusan pemerintah pusat dalam pembangunan sumber daya manusia, kata dia, diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, peningkatan kualitas guru, beasiswa pendidikan, dan layanan Cek Kesehatan Gratis.
“Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa kebangkitan bangsa hari ini harus dimulai dari penguatan kualitas manusianya. Dari generasi mudanya. Dari tunas-tunas bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia,” katanya.
Selain itu, perlindungan anak di era digital juga diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Khofifah menyebut Jawa Timur memiliki modal sosial dan demografi besar dengan lebih dari delapan juta penduduk usia muda yang menjadi penentu masa depan daerah dan nasional.
“Karena itu, pembangunan generasi muda di Jawa Timur harus dipastikan dengan menguatkan kualitasnya. Kami siap terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, dan semangat menjaga NKRI,” ujarnya.
Ia menambahkan penguatan kualitas generasi muda ditopang stabilitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi inklusif di Jawa Timur.
Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan dan menjadi tertinggi di Pulau Jawa.
Selain itu, sejak 2019 hingga 2026, jumlah peserta didik SMA, SMK, sekolah luar biasa (SLB), dan madrasah aliah (MA) Jawa Timur yang diterima di perguruan tinggi negeri tercatat tertinggi di Indonesia.
“Capaian-capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan optimisme, daya tahan, dan semangat gotong royong masyarakat Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat UMKM, mendukung ketahanan pangan, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” katanya.
Dalam upacara tersebut, Khofifah juga menyerahkan penghargaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Jawa Timur Award 2026 kepada sejumlah kabupaten/kota dan Sekretariat DPRD penerima penghargaan.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026