Pemprov Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong hilirisasi produk Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap) di SMKN 1 Tulungagung melalui bantuan teknologi tepat guna berupa vacuum frying agar produk olahan siswa naik kelas dan berdaya saing.

"Salah satu yang saya saksikan adalah bagaimana kulit ikan patin itu kemudian diproses di sini. Oleh karena itu, tadi saya langsung menyampaikan kepada Pak Kadisdik bahwa ini sesungguhnya ada sesuatu yang bisa kita siapkan dengan teknologi tepat guna (TTG), sehingga dipastikan bahwa kulit ikan yang digoreng tidak ada yang mentah dan tidak ada yang gosong," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin.

Dikenal sebagai satu-satunya SMK Agribisnis dan Agroteknologi di Jawa Timur, SMKN 1 Tulungagung memiliki berbagai program dan fasilitas keahlian, mulai Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, hingga Pengawasan Mutu Hasil Pertanian.

Saat kunjungan ke sekolah tersebut, Gubernur Khofifah meninjau ternak sapi, kambing, ayam pedaging dan ayam potong, serta Ruang Praktik Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi). Di lokasi itu, ia menyaksikan langsung proses pengolahan kulit ikan patin hasil karya siswa.

Untuk mendukung peningkatan kualitas produk, Khofifah spontan memesan vacuum frying kapasitas 5 kilogram dan 10 kilogram untuk diberikan kepada SMKN 1 Tulungagung.

"Insya Allah nanti ketika kita sudah mulai naik kelas, kita juga harus menjaga higienitasnya. Kemudian, produk bisa tahan minimal 8 bulan tanpa bahan pengawet,” kata Khofifah.

Jika vacuum frying ini kemudian bisa digunakan dan produknya bisa dapatkan trialnya, Khofifah merasa sudah saatnya hilirisasi dari produk-produk SIKAP ini naik kelas.

Gubernur Khofifah juga mendorong sekolah mengikuti berbagai pameran dan kegiatan prestisius guna memperluas jejaring hingga tingkat internasional.

"Ikut acara-acara seperti Bank Indonesia (BI) yang sudah prestisius, siapa tahu nasib baik dari SMKN 1 Tulungagung produknya bisa dikonsumsi tamu-tamu internasional. Inilah pentingnya jejaring, anak-anakku,” katanya.

Dalam implementasi Program SIKAP, SMKN 1 Tulungagung mengembangkan konsep agribisnis siap panen melalui budi daya berbagai komoditas seperti melon, cabai rawit, kangkung, rosella, kopi, dan jeruk.

Sekolah itu juga melaksanakan program tebar benih ikan patin sebanyak 7.500 benih sebagai penguatan sektor perikanan dan pembelajaran berbasis praktik bagi siswa.

Selain meninjau fasilitas, Gubernur Khofifah turut memanen lombok, bayam merah, dan melon varietas sweet net 8, diva 15, serta sakata sebelum menabur benih ikan patin di kolam budi daya sekolah.

"Untuk hewan ternak, kita juga harus pikirkan bagaimana sesungguhnya kita mewujudkan animal welfare. Bagaimana agar hewan ternak ini happy. Jadi pembelajaran-pembelajaran seperti ini sekarang sedang berproses. Oleh karena itu, di semua SMK, SMA atau SLB yang menerapkan SIKAP, saya rasa memang we have to improve,” ujarnya.

Program Sikap saat ini telah diterapkan di 97 SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Pacitan.

Di Kabupaten Tulungagung terdapat 27 sekolah pelaksana yang terdiri atas 14 SMA, 10 SMK dan tiga SLB.

Sedangkan di Kabupaten Trenggalek melibatkan 24 sekolah terdiri atas 12 SMA, sembilan SMK dan tiga SLB serta di Kabupaten Pacitan menjadi wilayah dengan jumlah pelaksana terbanyak, yakni 46 sekolah yang terdiri atas 10 SMA, 31 SMK, dan lima SLB.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026