Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos di Gedung Negara Grahadi Surabaya untuk membahas penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), dan kerja sama perdagangan.

"Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi memastikan bahwa setiap kerja sama dibangun dalam kerangka pembangunan yang terintegrasi. Kami di Jawa Timur menempatkan proyek perubahan sebagai instrumen untuk memastikan setiap kebijakan berdampak sistemik dan berkelanjutan," ujar Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Sabtu.

Ia menjelaskan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut diskusi sejak retret kepala daerah serta misi dagang pertama Jawa Timur ke Maluku Utara yang menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman antarperangkat daerah.

Menurut dia, proyek perubahan yang lahir dari pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ASN seperti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (PIM) I dan PIM II menjadi motor inovasi dan transformasi tata kelola pemerintahan.

"Pembangunan tidak boleh parsial. Harus terintegrasi, lintas sektor, dan berbasis penguatan kapasitas SDM. Karena itu, peningkatan kualitas aparatur menjadi prioritas, agar setiap program benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat," tegasnya.

Dalam kerja sama ekonomi, Khofifah menyoroti optimalisasi arus perdagangan antardaerah, termasuk pemanfaatan konektivitas tol laut agar distribusi komoditas lebih efisien dan saling menguntungkan.

"Ini menunjukkan ada ruang yang bisa kita integrasikan. Produk-produk Maluku Utara harus kita bantu menemukan pasar yang lebih luas. Dengan konektivitas, termasuk tol laut, kita bisa menciptakan ekosistem perdagangan yang saling menguatkan," ujarnya.

Ia menambahkan integrasi pembangunan juga tercermin pada penanganan kawasan permukiman kumuh melalui sinergi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Di bidang penguatan sumber daya manusia, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur dipercaya oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyelenggarakan PIM II sebanyak tiga kali serta menjalin kerja sama internasional dengan Singapura dalam peningkatan kapasitas aparatur dan tata kelola berbasis digital.

Pada sektor pertanian dan perkebunan, Jawa Timur mendorong hilirisasi komoditas, termasuk pengembangan varietas alpukat Malang sebagai komoditas potensial ekspor.

Di sektor peternakan, Jawa Timur menjadi lokasi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari yang berperan dalam peningkatan kualitas genetik ternak nasional.

Sementara itu, Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Jawa Timur dan menyatakan kesiapan Maluku Utara untuk memperkuat kolaborasi.

"Terima kasih Ibu Khofifah. Bagi saya, Ibu Khofifah selalu menjadi mentor. Hari ini saya membawa tim dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara ke Jawa Timur untuk belajar, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM melalui BPSDM," ujar Sherly.

Menurut dia, pendekatan pembangunan terintegrasi yang diterapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi referensi penting dalam merancang kebijakan lintas sektor.

"Kami melihat Jawa Timur berhasil membangun sistem yang terintegrasi, di mana penguatan SDM menjadi fondasi utama. Ini yang ingin kami pelajari lebih dalam, bagaimana proyek perubahan benar-benar diimplementasikan dan dikawal agar berdampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berlanjut dalam pendampingan teknis, pertukaran praktik baik, dan pengembangan kapasitas ASN secara berkelanjutan.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026