Madiun (ANTARA) - Program Berbagi Takjil Pemkot Madiun Ramadhan 1447 Hijriah yang merupakan inovasi Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dinilai menjadi sarana untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus menyemarakkan bulan suci bagi umat Islam tersebut.
Saat Safari Ramadhan di Masjid At-Taqwa Jalan Slamet Riyadi, di Kota Madiun, Bagus mengatakan bahwa program itu merupakan pengganti dari kegiatan rutin buka puasa bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan open house yang ditiadakan.
"Program ini berlangsung selama 30 hari penuh yang dilaksanakan secara bergiliran. Tiap OPD membagikan minimal 150 paket takjil setiap hari di 30 titik lokasi berbeda yang tersebar di tiga kecamatan," ujar Bagus, pekan ini.
Menurutnya melalui program tersebut, pihaknya ingin seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun turun dan berbagi sekaligus menyapa masyarakat serta membangun komunikasi.
"Jadi pola ini yang ingin saya tata, supaya tidak hanya kepala daerah namun ASN juga ikut turun menyapa masyarakat," katanya.

Adapun takjil yang dibagikan merupakan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), yang menjadi upaya untuk mendorong pemerataan dan penguatan ekonomi warga setempat.
Selain pembagian takjil bagi masyarakat, pemkot juga mendistribusikan 651 paket takjil ke-10 panti asuhan, menyalurkan takjil kepada 21 orang kalangan alim ulama atau pimpinan lembaga Islam, serta pembagian 100 paket takjil setiap hari di Masjid Agung Baitul Hakim.
Melalui kegiatan tersebut, Bagus berharap keberadaan Pemkot Madiun benar-benar dirasakan masyarakat, supaya lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
"Semoga kebersamaan dan kerukunan antara pemerintah dan masyarakat ini terus serta tetap terjaga. Insya Allah Ramadhan 1447 H lebih semarak," kata Bagus.
