Madiun (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun bersama komunitas Program Kampung Iklim (Proklim) di Jawa Timur membagikan takjil dan sayuran segar kepada masyarakat dalam bulan Ramadhan 1447 Hijriah.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Madiun Totok Sugiarto di Madiun, Sabtu, mengatakan pembagian takjil ini merupakan bagian dari Program Berbagi Takjil Kota Madiun yang dilakukan OPD, hanya saja bentuknya tidak hanya takjil namun juga sayuran segar dan bibit sayur.

"Selain takjil untuk berbuka, masyarakat yang melintas di kawasan Stadion Wilis Madiun juga menerima bibit tanaman dan sayuran segar yang bisa dibawa pulang untuk dikonsumsi maupun ditanam di rumah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut, DLH tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif.

Sayuran segar yang dibagikan berasal dari program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang selama ini dikembangkan di berbagai lokasi Proklim di Kota Madiun. Program tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pangan.

"Dalam kegiatan rutin ini, Kita ingin berbagi dengan masyarakat, tidak hanya dalam bentuk makanan seperti nasi dan snack, tetapi juga bibit tanaman serta sayuran hasil program P2L," ujarnya.

Berbagai sayur segar yang dibagikan di antaranya sawi, kangkung, bayam, terong. Selain itu, warga juga menerima bibit tanaman cabai agar bisa ditanam dan dirawat di rumah masing-masing.

Secara keseluruhan, sekitar 1.500 paket dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar Stadion Wilis. Antusiasme warga cukup tinggi karena pembagian takjil kali ini dinilai berbeda dari biasanya.

Ketua Proklim Kota Madiun Hadi Suparno mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari P2L, Bank Sampah, penggiat dan kader lingkungan, hingga UMKM.

Ia menambahkan pembagian bibit tanaman juga sejalan dengan upaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif, seperti cabai, tomat, dan terong sehingga lingkungan menjadi lebih hijau dan bermanfaat.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026