Situbondo (ANTARA) - Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, deklarasi Gerakan Banyuwangi ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan berbagai program gotong royong telah disiapkan mengakselerasi program Indonesia ASRI yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Deklarasi Banyuwangi ASRI melibatkan seluruh elemen masyarakat mulai ASN, TNI, Polri, dinas, camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, FKUB, pelajar, mahasiswa, pokdarwis, perwakilan pondok pesantren, dan berbagai elemen masyarakat lainnya digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol Banyuwangi, pada Rabu.

"Hari ini kami memulai gerakan besar, selaras dengan arah kebijakan Bapak Presiden. Beliau mengatakan, sampah itu bencana, sampah itu penyakit dan diproyeksikan hampir seluruh TPA di Indonesia mengalami overcapacity di tahun 2028, maka, Banyuwangi tidak boleh menunggu dan hari ini kami mulai dengan aksi nyata," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dalam gerakan Banyuwangi ASRI itu, para peserta deklarasi tidak hanya membacakan komitmen bersama, namun ribuan masyarakat juga langsung turun ke lapangan dengan membersihkan sampah di sepanjang area pantai.

Menurut Ipuk, Banyuwangi ASRI bukan sekadar program kebersihan, tapi memiliki indikator kerja yang berkelanjutan dan terintegrasi pada semua aspek.

Dia memaparkan, pada aspek "Aman" Banyuwangi akan memperkuat sistem keamanan wilayah melalui sinergi dengan TNI, Polri, dan tokoh masyarakat.

Penguatan keamanan wilayah salah satunya dengan integrasi CCTV, hingga komitmen tinggi bersama TNI/ Polri dan masyarakat untuk memberantas penyakit sosial, sedangkan desa-desa rawan bencana didorong membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

Pada aspek "Sehat", Banyuwangi memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif dengan mendorong gaya hidup sehat kepada masyarakat.

"Pergi puskesmas tidak hanya saat sakit, namun di kala sehat justru harus rutin memeriksakan diri untuk deteksi dini, dan kami juga akan mendorong sanitasi layak serta meningkatkan ketahanan pangan keluarga," kata Bupati Ipuk.

Sementara pada sektor "Resik", kata Ipuk, pemkab mengoptimalkan TPS3R dan bank sampah serta memperkuat pemilahan sampah dari rumah tangga.

Sesuai arahan Presiden, Pemkab Banyuwangi mendorong adanya perubahan budaya di masyarakat dengan mengajak meluangkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk kebersihan.

"Kami akan terus mendorong keindahan kota, dan kawasan kota harus indah, dilengkapi dengan identitas budaya lokal dan nasional yang menguat. Intinya ASRI adalah tugas semua elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemda, bukan juga tugas TNI-Polri," kata Bupati Ipuk.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026