Surabaya (ANTARA) - Mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A. Paulo Surabaya menggelar pameran fotografi yang menampilkan lebih dari 100 karya fotografi mahasiswa bertajuk “Simple Art Installation” sebagai wadah ekspresi kreatif yang memadukan seni, empati, dan semangat kebangsaan.
Ketua panitia pameran, Ni Luh Ayu Tirza Pascalita, melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Jawa Timur, Senin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk lebih peka terhadap realitas sosial di sekitarnya.
“Lewat lensa kamera, kami belajar melihat Indonesia dari dekat, dari wajah-wajah sederhana yang bekerja keras hingga nilai gotong royong yang masih hidup di sekitar kita,” ujar Ni Luh.
Karya-karya yang dipajang, lanjutnya, menggambarkan potret perjuangan, solidaritas, serta nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Seluruh foto dihasilkan melalui pendekatan design thinking, di mana mahasiswa diajak memahami persoalan sosial, menumbuhkan empati, dan merancang pesan visual yang mampu menggugah kesadaran publik tentang peran warga negara yang aktif dan peduli.
Dosen pengampu mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan, Paulus Benny Setiawan, menilai pameran ini sebagai bentuk penerapan semangat kebangsaan dalam dunia pendidikan.
“Mereka tidak hanya memotret, tetapi juga merefleksikan jati diri sebagai bagian dari bangsa. Karya-karya ini adalah bentuk cinta Tanah Air dalam bahasa visual,” katanya.
Menurut dia, pameran itu tidak sekadar menjadi ajang pameran fotografi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap kreatif, kritis, dan berempati terhadap lingkungan sosial.
Pameran "Simple Art Installation" padukan seni dan semangat kebangsaan
Senin, 16 Februari 2026 12:32 WIB
Suasana pameran fotografi bertajuk “Simple Art Installation” yang digelar Mahasiswa STIKES Katolik St. Vincentius A. Paulo Surabaya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-STIKES Katolik St. Vincentius A. Paulo Surabaya)
Lewat lensa kamera, kami belajar melihat Indonesia dari dekat, dari wajah-wajah sederhana yang bekerja keras hingga nilai gotong royong yang masih hidup di sekitar kita.
