Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Bandara Internasional Juanda Surabaya, di Sidoarjo, Jawa Timur, mencatat pertumbuhan penumpang penerbangan ibadah umrah meningkat 21 persen dari 330 ribu penumpang pada tahun 2024 menjadi 398 ribu penumpang pada tahun 2025.
"Untuk penerbangan umrah masih didominasi oleh rute menuju Jeddah, Arab Saudi, dengan total 879 penerbangan yang melayani sekitar 336 ribu penumpang. Sementara itu, untuk rute Madinah tercatat sebanyak 159 penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai 62 ribu penumpang," kata General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, dalam keterangannya di Sidoarjo, Kamis.
Menurutnya, total penerbangan umrah mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen, dari 911 penerbangan pada tahun 2024 menjadi 1.038 penerbangan pada tahun 2025.
Adapun Tohir menjelaskan bahwa dua maskapai Indonesia yang melaksanakan penerbangan untuk ibadah umrah selama 2025 dioperasikan oleh Lion Air dan Garuda Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa pada periode Januari 2026, Bandara Juanda mencatat terdapat 83 penerbangan umrah dengan total 32 ribu penumpang.
Tohir memastikan pihaknya akan terus berkomitmen dalam memastikan kelancaran, kenyamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh jamaah umrah.
"Kami akan terus memastikan layanan penerbangan umrah dari dan kembali ke Bandara Juanda, berjalan prima melalui kesiapan fasilitas, personel operasional, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Dirinya optimis Bandara Internasional Juanda dapat terus memperkuat perannya sebagai salah satu gerbang utama keberangkatan jemaah umrah di Indonesia, dengan layanan yang aman, nyaman, dan andal, dengan adanya tren pertumbuhan yang terus meningkat pada layanan tersebut.
