Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi mengatakan pihaknya akan menelusuri terkait dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang disebut mengirim surat hingga sebanyak empat kali kepada otoritas di Indonesia.
“Belum nih, saya sendiri baru mendengar tadi ya, tapi nanti kami coba telusuri yang beliau (Hashim Djojohadikusumo) maksudkan," ujar Hasan diwawancarai cegat di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu.
Ia memastikan OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) terus melakukan komunikasi secara intensif dengan MSCI selama satu hingga dua minggu terakhir.
“Tapi intinya, teman-teman tahu sejak satu-dua minggu ini kita sangat intens melakukan tindak lanjut komunikasi, dan bahkan menyepakati pola kerja dengan MSCI yang sudah terbukti,” ujar Hasan.
Terkait surat dari MSCI yang disebut tidak direspon oleh otoritas pasar modal Indonesia, Hasan mengakui belum mengetahui secara rinci terkait hal tersebut.
“Saya belum tahu persisnya. Tapi yang pasti tindak lanjut yang diharapkan kan sekarang sudah berjalan di fase yang (sekarang) ini,” ujar Hasan.
Dalam kesempatan sama, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memastikan tidak ada surat yang dikirimkan oleh MSCI kepada otoritas pasar modal Indonesia, termasuk ke BEI.
"Ke regulator, ke kami, tidak ada surat. Kan kami mengikuti juga dari publikasi yang disampaikan kepada publik. Kalau surat kepada pemerintah tentu kami tidak mengetahui," ujar Jeffrey.
Menurut Jeffrey, persoalan utama bukan terletak pada ada atau tidaknya surat tersebut, namun demikian, Ia menekankan arahan internal agar BEI segera mengambil langkah responsif terhadap pengumuman MSCI
"Tapi persoalannya menurut saya bukan di situ. Tapi tadi, arahan dari Pak Hashim (Djojohadikusumo) sangat clear. Kami yang baru menjabat ini harus melakukan sesuatu sesegera mungkin dan itu sedang kami lakukan," ujar Jeffrey.
Dalam acara ASEAN Climate Forum (ACF) di Gedung BEI pada hari ini, Rabu (11/06), Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa pihak penyedia indeks global MSCI telah mengirimkan sebanyak empat surat kepada pemerintah Indonesia.
"Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia," ujar Hashim.
Sebelumnya, dalam acara China Conference Southeast Asia pada Selasa (10/2) kemarin, Hashim mengungkapkan bahwa kemarahan pemerintah terhadap otoritas pasar modal, akibat dari surat yang dikirimkan oleh MSCI hingga mencapai empat kali, tidak mendapatkan balasan.
“Yang sebenarnya membuat pemerintah sangat marah, marah terhadap para pejabatnya sendiri, yaitu MSCI telah mengirim empat surat,” ujar Hashim.
Seiring telah dikirimkannya empat surat tersebut, menurutnya, pengumuman pihak MSCI seharusnya tidak menjadi kejutan bagi publik. “Orang-orang mengatakan itu mengejutkan. Seharusnya tidak,” ujar Hashim.
