Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyiapkan upaya jemput bola ke rumah warga sebagai strategi percepatan imunisasi massal atau outbreak response immunization (ORI) untuk mengantisipasi penyebaran campak.
Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan upaya itu akan dilakukan setelah seluruh rangkaian pelaksanaan ORI tuntas, tapi dengan kondisi capaian target imunisasi untuk membentuk kekebalan kelompok (heart immunity) belum mencapai 95 persen.
"Kegiatan ORI sampai 13 Februari, capaian minimalnya (kekebalan kelompok) 95 persen. Untuk mengatasi kendala kami akan sweeping atau mengunjungi rumah setelah tanggal itu," kata Husnul.
Meski telah menyiapkan langkah strategis, Dinkes Kota Malang memastikan tetap mengupayakan agar capaian angka minimal 95 persen tersebut bisa tercapai paling tidak pada 13 Februari 2026.
Dinkes Kota Malang mencatat capaian imunisasi massal antisipasi campak telah menyasar 21.205 anak atau mencapai 91,05 persen dari target 23.287 anak.
Sasaran imunisasi adalah setiap anak dengan rentang usia mulai dari sembilan bulan sampai 13 tahun.
Mekanisme pelaksanaan ORI campak tidak memandang pada status imunisasi sebelumnya yang sudah diberikan kepada target sasaran.
Selain penularan, imunisasi massal bertujuan mencegah dampak lanjutan campak hingga terjadinya kasus fatalistik yang mengancam keselamatan seorang anak.
Hunsul menjelaskan, pelaksanaan ORI sebagai respon cepat pihaknya dalam membendung penyebaran campak. Pasalnya, penyakit tersebut ditemukan di dua wilayah kecamatan, yakni Kedungkandang dan Sukun.
Pelaksanaan dilakukan oleh Puskesmas Janti, Kecamatan Sukun yang mencakup wilayah Kelurahan Bandungrejosari, Kelurahan Tanjungrejosari, dan Kelurahan Sukun.
Kemudian, Puskesmas Kedungkandang melakukan imunisasi untuk wilayah Kelurahan Kota Lama, Kelurahan Kedungkandang, Kelurahan Buring, dan Kelurahan Wonokoyo.
"Temuan (campak) ada di Wilayah Kedungkandang sebanyak tujuh kasus dan di wilayah Sukun ada tiga kasus, sehingga dilakukan ORI untuk vaksinasi terjadwal," ucap dia.
Pewarta: Ananto PradanaUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026