Kediri (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kediri, Jawa Timur, menyebut stok beras di wilayah Kediri dan sekitarnya melimpah, sehingga untuk pasokan saat Ramadhan dan Lebaran akan aman, bahkan bisa untuk kebutuhan 15 bulan ke depan.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun mengemukakan stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Kediri saat ini sebesar 68.182 ton.

"Stok itu cukup untuk 15 bulan ke depan. Jadi kami harap masyarakat tidak perlu cemas dan dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang," katanya di sela pemantauan harga bahan pokok di Pasar Pahing Kediri, Selasa.

Ia mengungkapkan harga beras sampai hari ini juga relatif stabil, karena beberapa daerah sudah memasuki masa panen. Harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yakni Rp58 ribu per 5 kilogram.

Pihaknya juga menyebut, selama ini harga beras SPHP di mitra juga masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Para mitra juga mengikuti prosedur sehingga harga jual beras SPHP pun juga sesuai.

Selain soal stok beras yang masih melimpah, Harisun juga mengatakan Bulog Kediri juga menggelontorkan minyak goreng "Minyakita" ke pedagang pengecer di pasar-pasar.

Pengecer yang dapat menyalurkan minyak goreng Minyakita adalah mereka yang telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Harisun juga mengingatkan bahwa sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat, harga eceran tertinggi (HET) kepada konsumen Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Pihaknya juga menegaskan stok untuk minyak goreng di gudang Bulog Kediri juga masih melimpah. Para pedagang bisa membeli sesuai dengan keperluannya.

"Sebetulnya alokasinya tergantung permintaan. Persyaratannya NIB (Nomor Induk Berusaha), KTP dan uang, karena kami sistemnya kirim langsung bayar," kata dia.

Selain disalurkan melalui pengecer di pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), Bulog Kediri juga telah menggelontorkan Minyakita ke sejumlah titik lain, termasuk pasar nonpantauan, Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Bulog berharap, dengan penyaluran tersebut stok bahan pokok baik beras hingga minyak goreng juga bisa stabil.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan dirinya juga memantau harga bahan pokok secara langsung di pasar.

Ia mendapati sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan, seperti bawang merah dan cabai, namun untuk bahan pokok lain seperti beras maupun minyak goreng harganya masih stabil.

Wali Kota mengatakan pemkot melakukan evaluasi dan menjadwalkan untuk kegiatan operasi pangan murah sehingga kebutuhan pokok harganya bisa tetap stabil.

"Kami akan melakukan operasi pangan murah supaya harga kebutuhan pokok ini tetap stabil. Intinya jangan sampai masyarakat merasa dirugikan karena ada lonjakan harga yang cukup signifikan," kata Wali Kota.

Dalam kegiatan itu, tim juga melakukan pengukuran isi minyak goreng. Mayoritas isi sesuai dengan kemasan namun ada salah satu minyak goreng yang isinya kurang, sehingga akan dikoordinasikan untuk diukur ulang.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026