Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak menguat 71 poin atau 0,42 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.876 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan kurs rupiah dipengaruhi kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia.
“IKK terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026. Level IKK ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2),” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Bank Indonesia (BI) menyebutkan berdasarkan survei tercatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi mengalami peningkatan pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Peningkatan keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6.
“IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga. IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan,” ungkap Ibrahim.
Melihat sentimen global, Iran dan AS disebut telah melakukan pertemuan dalam rangka pembicaraan nuklir tidak langsung yang diadakan di Oman.
“Pesan tersebut membantu meredakan kekhawatiran bahwa konflik militer di Timur Tengah, terutama setelah Washington mengerahkan beberapa kapal perang ke wilayah tersebut awal tahun ini,” ujar dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.838 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.
