Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur memberikan fasilitas layanan program Keluarga Berencana dalam Safari Keluarga Berencana (KB) untuk pasangan suami istri (pasutri) usia subur.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri M. Fajri Mubasysyr mengemukakan program itu dibuat sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan reproduksi bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas keluarga di Kota Kediri.
“Program Safari KB dilaksanakan di tiga kecamatan. Layanan yang diberikan hari ini meliputi lepas-pasang implan dan lepas-pasang IUD,” katanya di Kediri, Rabu.
Ia menjelaskan layanan itu digelar merata di tiga kecamatan. Untuk Kecamatan Mojoroto dipusatkan di RSUD Kilisuci Kota Kediri dengan sasaran sekitar 30 pasangan usia subur.
Namun, ia menyebut, jumlah peserta yang mendaftarkan diri lebih dari sasaran awal yakni mencapai 42 orang. Mereka juga tetap dilayani oleh petugas medis.
Untuk wilayah Kecamatan Kota dilaksanakan di Rumah Sakit DKT Kota Kediri dan di wilayah kecamatan Pesantren, rencananya akan terlaksana di Puskesmas Pesantren II.
Pihaknya ingin dengan program Safari KB tersebut bisa membantu pengendalian angka kelahiran di Kota Kediri sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
“Berdasarkan data pengendalian penduduk, jumlah penduduk di Kota Kediri sudah relatif stabil. Melalui program ini, kami ingin meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya yang mengalami keterbatasan akses, karena seluruh layanan diberikan secara gratis,” ujar dia.
Dia juga menambahkan, pemkot intensif melakukan sosialisasi terkait dengan masalah KB. Pendekatan dilakukan melalui peran aktif penyuluh atau kader KB Bangga Kencana yang dekat dengan warga serta dukungan kader di tingkat kelurahan, sehingga informasi dan layanan dapat tersampaikan secara langsung dan merata.
Ia juga berharap partisipasi masyarakat dalam Safari KB semakin meningkat sehingga dapat membantu Pemerintah Kota Kediri dalam mengintervensi angka stunting dan mewujudkan keluarga yang sehat serta sejahtera.
Sementara itu, salah seorang peserta, Rima (28), mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Pelayanannya sangat baik, gratis, dan didampingi kader sampai selesai," kata dia.
Ia juga berharap program Safari KB dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya dengan mudah, aman, dan tanpa biaya.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026