Bogota (ANTARA/AFP) - Tersangka gerilyawan FARC membom pipa minyak di dekat perbatasan Kolombia dengan Ekuador, kata perusahaan minyak negara Kolombia, Senin. Serangan pada Minggu larut malam itu bertepatan waktunya dengan berakhirnya gencatan senjata sepihak yang diumumkan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dua bulan lalu ketika kelompok gerilya tersebut memulai perundingan perdamaian dengan pemerintah Kolombia di Havana. Seorang juru bicara Ecopetrol, perusahaan minyak milik negara, mengatakan kepada AFP, serangan bom itu dilakukan di sebuah bagian dari pipa minyak Trans-Andes dekat kota Orito di provinsi wilayah selatan, Putumayo. Pemboman itu mengakibatkan tumpahan kecil minyak namun tingkat kerugian terbatas karena pipa saluran itu, yang mengalirkan minyak dari Ekuador menuju pelabuhan Kolombia Tumaco di pantai Pasifik, sedang tidak diaktifkan karena perawatan yang dijadwalkan, kata juru bicara itu. Ia menambahkan, perbaikan akan dimulai bila militer mengamankan daerah tersebut. FARC pekan lalu menyatakan bersedia memperpanjang gencatan senjata jika pemerintah Kolombia juga melakukan langkah serupa, namun Bogota menolak melakukan penghentian serangan karena khawatir pemberontak akan menggunakan masa tenang untuk mempersiapkan pertempuran lebih lanjut. Para pejabat Kolombia menganggap gencatan senjata sebagai taktik negosiasi dan Presiden Juan Manuel Santos memperingatkan pemberontak agar tidak memulai lagi serangan gerilya. Santos mengatakan, kelompok gerilya itu hanya melaksanakan sebagian dari janji gencatan senjatanya. Militer Kolombia mencatat sedikitnya 52 pelanggaran gencatan senjata oleh FARC selama dua bulan ini. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026