Surabaya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebutkan luas panen padi sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau naik 13,88 persen yakni 0,22 juta hektare dibandingkan 2024 yang seluas 1,62 juta hektare.

Puncak panen padi pada 2025 mengalami pergeseran ke Maret dari sebelumnya terjadi pada April 2024 dengan luas panen padi pada Maret sebesar 0,36 juta hektare sedangkan pada April 2024 mencapai 0,37 juta hektare.

“Luas panen padi mencapai 1,84 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG),” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Senin.

Untuk produksi padi gabah kering panen (GKP) di Jatim pada 2025 mencapai sekitar 12,55 juta ton GKP atau naik 12,6 persen yaitu sebesar 1,4 juta ton GKP dibandingkan 2024 yang sebesar 11,15 juta ton GKP.

Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret yaitu sebesar 2,45 juta ton GKP sedangkan produksi terendah terjadi pada Januari yaitu sekitar 0,46 juta ton GKP.

Sementara produksi padi gabah kering giling (GKG) di Jatim pada 2025 mencapai sekitar 10,44 juta ton GKG atau naik 12,6 persen yaitu 1,17 juta ton GKG dibandingkan 2024 yang sebesar 9,27 juta ton GKG.

Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret yaitu sebesar 2,04 juta ton GKG sedangkan produksi terendah terjadi pada Januari yaitu sekitar 0,38 juta ton GKG.

Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2025 adalah Lamongan, Bojonegoro, dan Ngawi sedangkan tiga kabupaten/kota dengan produksi padi (GKG) terendah yaitu Kota Batu, Kota Mojokerto, dan Kota Kediri.

Kenaikan produksi padi yang cukup besar pada 2025 terjadi di beberapa kabupaten/kota di antaranya Bojonegoro, Lamongan, dan Jombang sedangkan kabupaten/kota yang mengalami penurunan produksi padi seperti Sidoarjo, Malang, dan Kota Kediri.

Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk maka produksi padi sepanjang 2025 setara 6,03 juta ton beras atau naik 12,6 persen yaitu 0,67 juta ton dibandingkan 2024 yang sebesar 5,35 juta ton.

Produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi pada Maret yaitu sebesar 1,18 juta ton sedangkan produksi beras terendah terjadi pada Januari yaitu 0,22 juta ton.

 



Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026