Malang Raya (ANTARA) - Kepolisian Resor Malang memetakan daerah rawan kecelakaan dan rawan macet guna memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas saat Ramadhan.
"Pemetaan ini penting untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, sehingga bisa dilakukan langkah pencegahan yang tepat, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun edukasi kepada masyarakat," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang AKP, Muhammad Chelvin Arliska, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa.
Salah satu titik jalan yang rawan kecelakaan adalah di Jalan Dr Soetomo, Kecamatan Lawang. Di lokasi itu juga dinilai rawan macet karena adanya pertemuan arus keluar masuk kendaraan dari pasar tradisional di lokasi tersebut.
Selain Jalan Dr Soetomo, lokasi lain yang rawan adalah Jalan Raya Desa Talok di Kecamatan Turen dan Jalan Raya Jati Kerto di Kecamatan Kromengan.
Wilayah yang rawan terjadi kemacetan ada di Simpang 4 Kepuharjo di Kecamatan Karangploso. Jalur tersebut merupakan akses penghubung ke Batu, Jawa Timur.
Kemacetan juga sering kali muncul di wilayah sekitaran Pabrik Gula Kebon Agung atau tepatnya di simpang 3 ke arah wilayah Wagir, Pakisaji, hingga Jalur Lingkar Barat atau Jalan Ir Soekarno di Kecamatan Kepanjen yang menjadi akses ke wilayah Kabupaten Blitar.
Sedangkan, untuk wilayah Gubukklakah di Kecamatan Poncokusumo dinilai rawan bencana tanah longsor, kawasan ini menjadi akses ke Gunung Bromo via Kabupaten Malang.
Ia menyatakan hasil pemetaan ini akan dikoordinasikan dengan jajaran pemerintah daerah hingga perangkat desa di Malang, sehingga bisa dirumuskan mekanisme pengaturan lalu lintas dan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas saat Ramadan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Menurut dia, agar penanganan titik rawan bisa maksimal, maka prosesnya harus berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan pihaknya berkomitmen membangun kesadaran masyarakat menyangkut keamanan berkendara dengan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif.
"Harapannya dengan pemetaan dan sinergi ini, potensi kecelakaan dan dampak bencana di jalan raya dapat diminimalisir," tutur dia.
