Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan menambah pompa mobile untuk mempercepat penanganan banjir luapan Bengawan Jero setelah sebelumnya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di wilayah terdampak.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan percepatan penanganan dilakukan melalui optimalisasi delapan unit pompa di Stasiun Pompa Kuro dengan kapasitas total 8.520 liter per detik serta perpanjangan jam operasional dari 10 jam menjadi 14 jam per hari.
“Selain itu, kami menambah dua unit pompa mobile dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dengan kapasitas masing-masing 1.000 liter per detik,” katanya saat dikonfirmasi di Lamongan, Jawa Timur, Kamis.
Ia menegaskan penambahan pompa menjadi bagian dari langkah tanggap darurat guna mempercepat penurunan genangan air agar aktivitas masyarakat di wilayah Bengawan Jero dapat kembali normal.
Kepala Bidang Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan Saikhu mengatakan penambahan pompa mobile sekaligus memperkuat pengendalian air pada titik-titik genangan kritis.
Dia menjelaskan, total kapasitas pompa yang saat ini dioperasikan di Stasiun Pompa Kuro mencapai sekitar 9.500 liter per detik, terdiri atas pompa listrik, submersible, axial, serta trailer pump dari berbagai kewenangan.
Sejak 27 Desember 2025, jam operasional pompa diperpanjang dari yang sebelumnya pukul 08.00–16.00 WIB menjadi 07.00–20.00 WIB dengan penerapan manajemen jeda operasi guna menjaga kondisi mesin tetap optimal.
“Pompa dioperasikan secara bergilir dengan jeda pendinginan selama 30 hingga 60 menit, terutama saat debit air meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa operasi pompa dilakukan saat elevasi Kali Blawi meningkat dan pintu air tidak dapat dibuka akibat tingginya muka air Bengawan Solo, sehingga pompa berfungsi sebagai pengendali aktif pada kondisi kritis.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir Bengawan Jero seiring meningkatnya tinggi muka air di Bendungan Blawi yang mencapai 78 centimeter pada papan duga.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan hingga 14 Januari 2026, banjir luapan Bengawan Jero berdampak pada 38 desa di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Turi, Deket, Glagah, dan Karangbinangun.
BPBD mencatat sebanyak 3.591 rumah terendam dengan total 3.823 kepala keluarga atau 13.744 jiwa terdampak. Selain permukiman, banjir juga merendam sekitar 6.457 hektare sawah dan tambak serta berdampak pada 86 lembaga pendidikan di wilayah terdampak.
