Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan memastikan Satuan Tugas (Satgas) Kuala yang bertugas memulihkan wilayah Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor diperkuat 200 personel, dan satgas itu akan dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Hal tersebut diputuskan berdasarkan hasil rapat koordinasi satgas yang dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan beberapa pejabat tinggi TNI di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (4/1).
"Satgas Kuala akan melibatkan sekitar 200 personel, dipimpin oleh Wakil Panglima TNI sebagai Komandan Satgas," kata Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen TNI Rico Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.
Rico menjelaskan, satgas akan mulai bekerja pada awal Februari 2026. Saat ini TNI baru akan melakukan pergeseran kapal yang membawa peralatan kerja satgas pada minggu kedua Januari 2026.
Pihaknya menjadikan muara Sungai Tamiang menjadi titik kumpul utama. Rico melanjutkan para personel Satgas akan melakukan normalisasi dan pengerukan kali agar saluran air yang sebelumnya tertimbun lumpur bisa kembali beroperasi.
Tidak hanya membenahi saluran air, satgas juga akan berupaya mengelola air di saluran menjadi air bersih menggunakan teknologi penjernih air. Dengan demikian, korban bencana yang masih berada di lokasi dapat menikmati air bersih dengan mudah.
"Aspek pendukung lainnya turut menjadi perhatian, antara lain pengurusan administrasi lingkungan yang dikoordinasikan oleh Mabes TNI, serta penyelenggaraan perawatan kesehatan mandiri bagi personel Satgas Kuala selama pelaksanaan tugas di lapangan," kata Rico.
Rico melanjutkan, Satgas Kuala tidak hanya akan melibatkan personel TNI saja melainkan pihak swasta yakni Jhonlin Group yang akan bertindak sebagai unsur profesional.
Dengan adanya satgas ini, diharapkan proses pemulihan wilayah Aceh Tamiang pasca bencana bisa berjalan dengan cepat dan maksimal.
