Madiun (ANTARA) - Lapas Kelas I Madiun melaksanakan razia atau penggeledahan kamar hunian warga binaan dalam rangka memperkuat deteksi dini dan menjaga stabilitas keamanan jelang malam pergantian tahun.

Kalapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai di Madiun, Jawa Timur, Selasa mengatakan penggeledahan dilakukan beserta jajaran pejabat struktural dan staf Lapas I Madiun, serta dilaksanakan secara terpadu bersama personel TNI dan Polri.

"Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan pemasyarakatan, dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif menjelang perayaan Tahun Baru," ujarnya.

Adapun penggeledahan menyasar beberapa kamar hunian secara acak dan dilakukan dengan humanis, serta tetap mengedepankan prosedur dan menghormati hak-hak warga binaan. 

Petugas memeriksa setiap sudut kamar untuk memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang seperti senjata tajam, alat komunikasi ilegal, maupun benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah rutin yang ditingkatkan menjelang momen rawan, khususnya malam pergantian tahun. 

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban serta memastikan seluruh aktivitas berjalan aman dan terkendali.

"Penggeledahan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami dalam menghadapi malam pergantian tahun. Dengan dukungan TNI dan Polri, kami ingin memastikan Lapas I Madiun dalam kondisi aman dan kondusif," katanya.

Selain penggeledahan, petugas juga memberikan imbauan kepada warga binaan agar tetap menjaga ketertiban dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku.

Diharapkan melalui kegiatan ini, situasi Lapas I Madiun tetap aman, terkendali, dan kondusif hingga perayaan Tahun Baru berlangsung.

Lapas I Madiun berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum serta meningkatkan kewaspadaan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan berintegritas.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026