Madura Raya (ANTARA) - Polres Pamekasan, Jawa Timur menerapkan dua pola pengamanan untuk perayaan Natal dan Pergantian Malan Tahun Baru 2026, yakni pola pengamanan terbuka dan pola pengamanan tertutup.
"Ini kami lakukan, agar pengamanan yang kami lakukan lebih maksimal dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Kapolres Pamekasan AKBP AKBP Hendra Eko Triyulianto di Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu.
Ia menjelaskan, pola pengamanan terbuka merupokan pola pengamanan yang dilakukan oleh petugas berpakaian dinas.
Sedangkan pola pengamanan tertutup adalah pola pengamanan yang dilakukan oleh petugas berpakaian preman.
"Kedua kelompok ini memiliki tugas berbeda. Kalau yang ditugaskan melakukan pengamanan terbuka untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan berdasarkan tempat dan posko pengamanan, sedangkan yang tertutup bertugas melakukan deteksi dini di lapangan, mengantisipasi berbagai jenia kemungkinan yang terjadi," katanya.
Orang nomor satu di Mapolres Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, pengamanan peryaan Natal dan Pergantian Malam Tahun Baru 2026 ini mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Februari 2026 dengan sandi Operasi Lilin Semeru 2025.
Sebanyak 327 personel gabungan dari unsur polisi, TNI dan instansi samping di lingkungan Pemkab Pamekasan diterjunkan dalam kegiatan ini, bertambah dari rencana awal sebanyak 294 personel.
Pengamanan diperioritaskan pada pemantauan arus lalu lintas, pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan pusat layanan umum lainnya.
