Banyuwangi (ANTARA) - Ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan nilai tertinggi dan menetapkan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai kabupaten terinovatif delapan kali berturut-turut sejak 2018.
"Alhamdulillah komitmen dan kerja bareng seluruh pihak di Banyuwangi untuk melakukan berbagai inovasi memajukan daerah, kembali mendapatkan apresiasi, terima kasih kepada seluruh masyarakat Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangannya diterima di Banyuwangi, Rabu.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam penganugerahan IGA 2025 yang dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus di Jakarta, pada Rabu.
Ipuk mengemukakan, dalam ajang tahunan itu, Kemendagri memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berhasil menunjukkan inovasi dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan dan penyelenggaraan urusan daerah.
Menurut Ipuk, pada kompetisi IGA 2025 Banyuwangi mengajukan 221 inovasi dari berbagai bidang pemerintahan dan pelayanan publik, di antaranya inovasi kesehatan ada program I-Care.
Program ini memfasilitasi rujukan cepat pasien stroke, sehingga meningkatkan angka keberhasilan penanganan stroke dalam periode emas yakni 4,5 jam sejak serangan awal. Layanan ini bisa diakses melalui aplikasi Smart Kampung.
Bahkan, kata Ipuk, sejak 2023 I-CARE resmi menjadi percontohan nasional untuk layanan terintegrasi kegawatan stroke. Inovasi itu juga meraih lima penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode 2021–2025, serta penghargaan Diamond Award Indonesia Health Care Innovation Award 2023.
Sementara di bidang ekonomi kerakyatan, lanjutnya, ada Gerakan Hari Belanja ke Pasar Tradisional, UMKM dan Warung-Warung Rakyat.
Gerakan belanja yang diinisiasi Ipuk sejak 2021 ini menggerakkan seluruh ASN pemda dan karyawan juga stakeholder lainnya untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok maupun barang lainnya di pasar dan warung-warung terdekat.
"Kami mengucapkan terima kasih pada pemerintah pusat dan provinsi yang terus membantu dan mendukung program-program Banyuwangi," kata Bupati Ipuk.
Ia menambahkan, inovasi merupakan kunci bagi Banyuwangi mempercepat dan mengakselerasi pembangunan, terutama di tengah keterbatasan fiskal, SDM dan waktu, dan inovasi juga menjadi percepatan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, menciptakan solusi yang adaptif dan berkelanjutan.
"Di Banyuwangi kami terus berupaya untuk menginternalisasi budaya inovasi di semua sektor mulai pendidikan, kesehatan, sosial, lingkungan, pelayanan publik hingga tata kelola pemerintahan agar progres percepatan berjalan di semua lini dan memiliki dampak masyarakat," tutur Ipuk.
