Surabaya (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membangun AI Talent Factory untuk memperkuat ketersediaan talenta digital nasional melalui kolaborasi strategis pendidikan dan teknologi.
“Indonesia sejatinya memiliki sumber daya yang besar. Tercatat ada 229,4 juta pengguna internet di Indonesia atau setara 80,6 persen," kata Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto saat AI Talent and Innovation Day (ATID) 2025 di Grha Sepuluh Nopember ITS, Selasa.
Sayangnya, lanjut dia, populasi daring yang dimiliki tidak sejalan dengan jumlah talenta digital yang ada.
"Talenta digital di Indonesia masih kurang," katanya.
Untuk mengatasi kekurangan talenta digital, Komdigi RI dan ITS menghadirkan pembinaan talenta kecerdasan buatan melalui AI Talent Factory yang menargetkan lahirnya kreator dan inovator teknologi masa depan.
Boni juga mendorong para guru meningkatkan kompetensi digital agar AI dimanfaatkan secara bijak.
Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menegaskan pentingnya pemanfaatan AI sesuai kaidah dan meluncurkan Roadmap ITS AI Campus sebagai komitmen penguatan ekosistem talenta digital.
"Kolaborasi ITS dengan Komdigi melalui AI Talent Factory ini tentunya dapat memberikan dampak yang nyata bagi kemandirian teknologi bangsa," katanya optimistis.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menilai inisiatif ini membantu mengenalkan teknologi secara tepat kepada generasi Z.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh berharap integrasi teknologi dan kurikulum menciptakan pembelajaran lebih menyenangkan.
Kolaborasi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
